Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemkab Sigi Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari untuk Banjir di Desa Namo, Menyebabkan Kerusakan Parah di Permukiman, Infrastruktur, dan Memutus jalan

Muksin Sirajuddin • Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:36 WIB
MENINJAU : Wabup Sigi, Samuel Yansen Pongi, memastikan seluruh layanan darurat sudah beroperasi penuh di posko lapangan.(FOTO : ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
MENINJAU : Wabup Sigi, Samuel Yansen Pongi, memastikan seluruh layanan darurat sudah beroperasi penuh di posko lapangan.(FOTO : ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di Desa Namo, Kecamatan Kulawi, selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2025.

Keputusan ini diambil setelah banjir bandang melanda Desa Namo dan menyebabkan kerusakan parah pada permukiman, infrastruktur, serta memutus akses jalan utama.

Wakil Bupati (Wabup) Sigi, Samuel Yansen Pongi, memastikan seluruh layanan darurat sudah beroperasi penuh di posko lapangan.

“Mulai hari ini masa tanggap darurat berlaku, dan semua fasilitas penanganan sudah siap melayani masyarakat. Posko lapangan menjadi pusat pelayanan bagi para pengungsi, mulai dari kesehatan, dapur umum, hingga distribusi logistik,” ujar Samuel di Kulawi, Jumat (16/08/2025).

Menurut Samuel, penyaluran bantuan logistik untuk warga terdampak telah dimulai. Warga yang mengungsi terkonsentrasi di satu titik posko lapangan yang dilengkapi pos kesehatan, gudang penyimpanan bantuan, serta dapur umum yang beroperasi 24 jam untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.

Sementara itu, akses Jalan Poros Palu–Kulawi masih tertutup material lumpur dan kayu sisa banjir. Untuk mempercepat pembersihan, tiga unit alat berat telah dikerahkan dari Pemkab Sigi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III.

“Targetnya, Sabtu besok jalan yang tertimbun material sudah bisa dibersihkan total sehingga kendaraan dapat melintas kembali seperti sedia kala,” kata Samuel.

Samuel menegaskan BPBD Sigi segera melakukan pendataan rumah warga yang rusak untuk menentukan pemberian bantuan sesuai ketentuan.

“Pendataan akan dilakukan secepat mungkin agar warga yang terdampak mendapat bantuan yang layak,” tegasnya.

Data BPBD Sigi menunjukkan, banjir di Desa Namo mengakibatkan delapan rumah rusak, terdiri dari tiga rumah hilang, tiga rusak berat, dan dua rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada dua jembatan, dua plat duiker, jaringan pipanisasi air bersih, dan jaringan listrik.

Hingga saat ini, tercatat 29 kepala keluarga atau 122 jiwa mengungsi. Selama masa tanggap darurat, seluruh logistik dan layanan dasar dipastikan tersedia, termasuk pelayanan kesehatan dan suplai makanan.

Pemkab Sigi bersama instansi terkait berkomitmen mempercepat pemulihan agar warga dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.(cr1)

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Pemkab Sigi #Bencana banjir #Desa Namo #sulawesi tengah #Tanggap darurat 14 hari