RADAR PALU –Salah seorang warga Buol, yang kini berada di perantauan, tepatnya di Kota Palu, Sulawesi Tengah, H. Samerdan Munggeli, memberikan sebuah pandangan yang konstruktif edukatif menyikapi perkembangan dan dinamika yang terjadi di Kabupaten Buol.
Sebagai putera Buol, Samerdan berpendapat, kebersamaan dan saling mendukung itu adalah hal yang positif untuk sebuah kemajuan, ketimbang mengkritisi dengan membangun opini liar tanpa alasan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
“Pemimpin daerah itu membutuhkan support dari masyarakatnya, dengan membangun keharmonisan antara rakyat dengan rakyat. Demikian pula antar pemerintah dengan rakyatnya, agar terjalin hubungan yang baik, “ujar Samerdan, kepada Radar Palu, Rabu (13/08/2025).
Menurutnya, membuka ruang komunikasi yang kondusif dan positif lebih baik, yang pada akhirnya menumbuhkan kebersamaan. Sekaligus wujud mencintai daerah, dimana kita dilahirkan dan dibesarkan.
“Jangan bermimpi banyak tentang kemajuan daerah Kabupaten Buol, ketika hilang rasa kebersamaan terjebak pada faksi-faksi. Karena perbedaan dukungan politik saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digelar, “ tandasnya.
“Mari kita merajut kebersamaan di tengah perbedaan, dengan meninggalkan rasa dendam, menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di antara sesama warga Buol, “ tegasnya.
Dikatakannya, kritik yang sifatnya konstruktif sangat dibutuhkan sebagai bagian dari sebuah dinamika. Namun kritik tersebut, diharapkan jauh dari interest pribadi dan kelompok. Ibarat sebuah pertunjukan orkestra dari berbagai perbedaan nada dan alunan musik menjadi satu irama yang menarik karena saling melengkapi.(mch)