Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

NTP Sulteng Smester Pertama Tahun 2025 Cenderung Turun, Tanaman Pangan dan Perikanan Tertinggal, Perlu Peta Jalan Intervensi Program Berani

Muksin Sirajuddin • Jumat, 8 Agustus 2025 | 15:33 WIB

 

Hasanuddin Atjo (FOTO : ISTIMEWA/RADAR PALU)
Hasanuddin Atjo (FOTO : ISTIMEWA/RADAR PALU)
Oleh : Hasanuddin Atjo *)

NILAI TUKAR PETANI (NTP), salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan (daya beli) petani di perdesaan. NTP juga bisa menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produksi pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

NTP diperoleh dari indeks yang diterima oleh petani (it) dibagi indeks yang dibayarkan (ib) pada usaha taninya. Diukur BPS (Badan Pusat Statistik) di daerah setiap bulan dengan metodologi dan asumsi yang sama pada seluruh wilayah Republik Indonesia.Baca Juga: Bergabung ke Demokrat, Wagub Sulteng Janji Perkuat Perjuangan Rakyat

Semester pertama tahun 2025 NTP Sulteng cenderung turun Dan Ini perlu disikapi secara serius mendukung semangat program Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan dan program Gubernur Anwar Hafid yang berkaitan 9 Berani.

Berdasarkan rilis BPS bahwa NTP gabungan Sulteng pada semester pertama (Januari - Juli 2025) sebagai berikut yaitu 121,83; 122,96; 118,07; 115,21; 118,21 dan 111,11. Sementara itu, NTP tertinggi pada bulan Juli 2025, dialami subsektor Hortikultura sebesar 157, 65.

Disusul subsektor Perkebunan rakyat 117,93 dan Peternakan 107,64. Selanjutnya subsektor Tanaman Pangan, Perikanan masing masing sebesar 93,62 dan 93,38. Kedua subsektor ini posisinya selalu saling berganti menduduki peringkat akhir dari 5 subsektor, dan berlangsung cukup lama beberapa tahun.

Berdasarkan data NTP tersebut nelayan dan pembudidaya ikan serta petani sawah dan petani pelawija merupakan kelompok masyarakat di Sulteng rentan dengan persoalan kemiskinan, stunting dan pengangguran.

Upaya peningkatan NTP bagi petani, nelayan, peternak dan perkebun serta pembudidaya ikan melalui Berani Makmur dinilai strategis menunjang peningkatan pendapatannya. Namun tidak cukup hanya itu dan masih perlu diintervensi oleh program Berani lainnya, seperti Berani cerdas, sehat, terang dan lancar.

Program Berani Makmur tentu diharapkan memetakan upaya perbaikan produktifitas, nilai tambah, logistik didukung oleh penguatan kelembagaan dan transformasi inovasi, ekonomi dan sosial.

Terakhir, bahwa Gubernur H. Anwar Hafid dinilai sejumlah pemerhati telah memberi perhatian terhadap upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakatnya melalui visi, misi dan program 9 Berani, namun masih perlu diterjemahkan.

Baca Juga: Kinerja Fiskal Provinsi Sulawesi Tengah Juni 2025 : Terjun Bebasnya Dominasi Sektor Industri Pengolahan dan Naiknya Kontribusi Sektor Pertanian dalam

Karena itu disarankan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis mempersiapkan peta jalan peningkatan NTP melalui Berani Makmur dan dukungan program Berani lainnya melalui satu kajian yang berbasis akademik agar terukur dan implementatif.(*)

*) Penulis adalah Komisi Penyuluhan Pertanian Sulteng.

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Tanaman pangan dan perikanan tertinggal #Peta jalan intervensi #Cenderung turun #NTP Sulteng #Tahun 2025 #Semester pertama