Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Realisasi MBG di Tolitoli Baru Menyasar Tiga Sekolah, Memeriksa Kelayakan dan Kebersihan Serta Higienitas Makanan

Muksin Sirajuddin • Senin, 4 Agustus 2025 | 16:32 WIB

 

MEMBERIKAN : Tampak Kadis Kesehatan Tolitoli saat memberikan MBG kepada salah seorang siswa SMP Negeri 1.(FOTO : YUSLIH ANWAR/RADAR PALU).
MEMBERIKAN : Tampak Kadis Kesehatan Tolitoli saat memberikan MBG kepada salah seorang siswa SMP Negeri 1.(FOTO : YUSLIH ANWAR/RADAR PALU).
RADAR PALU - Sampai dengan saat ini, realisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, baru menyasar tiga sekolah. Setelah SDN Pembina dan SMA Negeri 1, Selasa (04/07/2025) kemarin, Badan Gizi Nasional Tolitoli bersama Yayasan Karina Peduli Bangsa, Lounching MBG di SMP Negeri 1 yang turut dihadiri beberapa unsur terkait.

Pemkab Tolitoli diwakili Staf Ahli Pemerintahan Hukum dan Politik, Rudi Bantilan, sebelum membuka secara resmi peluncuran program MBG tersebut, lebih dulu meninjau secara langsung dapur produksi bersama dengan Kapolres serta Kepala Dinas Kesehatan guna memastikan kesiapan serta memeriksa kelayakan dan kebersihan serta higienitas makanan.

"Peninjauan dapur MBG, guna memastikan, kebersihan dari kotoran debu, serta higienitas mencakup, praktik-praktik seperti mencuci tangan, menggunakan peralatan yang steril, dan menghindari kontak dengan zat-zat yang dapat menyebabkan penyakit," terang Rudi Bantilan usai meninjau langsung MBG kawasan Tanjung Batu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Tolitoli AKBP Wayan Wairacana Aryawan, Kadis Kesehatan Nasir Dgn Marumu serta beberapa pihak-pihak berkompeten.

Bupati Tolitoli melalui Rudi Bantilan menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Program unggulan ini untuk memastikan pemenuhan gizi seluruh anak (siswa sekolah) Indonesia serta membantu memastikan pertumbuhan fisik dan kognitif siswa yang optimal, terutama pada usia sekolah yang merupakan masa penting dalam perkembangan.

"Pada hari pertama penyaluran MBG, sebanyak 785 paket makanan bergizi disalurkan kepada siswa siswi SMP Negeri 1. Setiap paket terdiri dari nasi, sayur, lauk, dan buah-buahan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Tolitoli berkomitmen menyukseskan program nasional ini karena tidak hanya berdampak positif terhadap kesehatan anak-anak, tetapi juga memberikan pengaruh signifikan terhadap perekonomian masyarakat lokal.

“Program ini membuka peluang produksi pangan lokal, seperti beras, telur, sayur-mayur, lauk, dan buah, yang semuanya akan diserap dalam penyediaan makanan bergizi,” lanjutnya.

Ke depan, program ini akan diterapkan secara bertahap di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Tolitoli sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyukseskan program nasional demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Atas nama Pemkab Tolitoli, Rudi Bantilan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Yayasan Karina Peduli Bangsa dan Satuan Pelayanan Pemenuhan gizi Tolitoli yang telah merealisasikan program MBG tersebut.

" Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan semangat kepedulian sosial, tetapi juga sejalan dengan visi pembangunan kesehatan dan penguatan sumber daya manusia di Kabupaten Tolitoli," kata Rudi.

Pada kesempatan lounching tersebut disampaikan Rudi, Permasalahan gizi masih menjadi tantangan besar, terutama pada anak-anak usia dini. Terlebih menurutnya saat ini masih sering dijumpai kasus stunting, gizi kurang hingga anemia yang berdampak langsung pada tumbuh kembang dan masa depan generasi muda.

"Oleh karena itu, program pemberian makan bergizi gratis ini menjadi langkah strategis yang harus kita dukung bersama. Ini bukan sekedar pemberian makanan, tetapi sebuah investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berdaya saing tinggi," ujarnya.(yus)



Editor : Muchsin Siradjudin
#Realisasi MBG #sulawesi tengah #Baru menyasar tiga sekolah #Produksi pangan lokal #Tolitoli