Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

TP-PKK Sigi Edukasi Gizi Ibu Hamil, Dorong Konsumsi Pangan Lokal Bernutrisi

Muksin Sirajuddin • Minggu, 3 Agustus 2025 | 15:53 WIB
PENCEGAHAN : TP-PKK Kabupaten Sigi terus menggalakkan sosialisasi pencegahan, khususnya menyasar ibu hamil dengan kondisi KEK.(FOTO : ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
PENCEGAHAN : TP-PKK Kabupaten Sigi terus menggalakkan sosialisasi pencegahan, khususnya menyasar ibu hamil dengan kondisi KEK.(FOTO : ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU - Dalam upaya menurunkan angka stunting yang kembali meningkat di Kabupaten Sigi, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sigi terus menggalakkan sosialisasi pencegahan, khususnya menyasar ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronik (KEK).

Salah satu upaya nyata dilakukan dengan menggelar kegiatan edukasi dan pembagian makanan tambahan berbasis pangan lokal bergizi kepada ibu hamil KEK. Kegiatan ini dipusatkan di kediaman Ketua TP-PKK Sigi, Hj. Halwiah, di Jalan Poros Palu–Kulawi, Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kamis (31/07/2025).

“Fokus hari ini mengumpulkan ibu hamil dengan risiko KEK, karena mereka merupakan kelompok yang rentan melahirkan anak stunting,” ujar Hj. Halwiah dalam Segalanya.

Baca Juga: Pengurus Dekranasda Banggai Dikukuhkan Pembelian Terjaganya Warisan Budaya Lokal

Ia menuturkan, dalam kegiatan ini juga dibahas data by name by address (BNBA) terkait ibu hamil KEK dan anak berisiko stunting yang dihimpun per 30 Juli. Kegiatan ini dihadiri oleh para kader PKK, bidan desa, serta Ketua PKK dari tingkat desa dan kecamatan.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Poso Kembangkan Tanaman Jagung

Menurut Halwiah, TP-PKK Sigi akan terus aktif turun ke lapangan untuk memastikan intervensi yang dilakukan benar-benar menyasar pihak yang membutuhkan. Bahkan berencana merencanakan kunjungan dari rumah ke rumah (door to door) sebagai bentuk pendekatan langsung ke masyarakat.

“Hari ini kita mulai dari Kecamatan Dolo. Kami sengaja mengundang para ibu hamil KEK karena merekalah yang paling membutuhkan perhatian. Kalau dari kehamilan saja sudah kurang gizi, maka kemungkinan besar anak yang lahir juga akan stunting,” ujarnya prihatin.
Halwiah mengakui bahwa tren stunting di Sigi sempat mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, namun kembali melonjak pada tahun 2024.

“Dari 26,4 persen pada tahun 2023, angka stunting kita naik menjadi 33 persen pada tahun ini. Peningkatan 6,6 persen ini tentu harus jadi alarm bersama agar upaya pencegahan bisa lebih masif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga: Bea Cukai Morowali kumpulkan Rp 1,1 Triliun di Semester Pertama 2025

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah mencatat bahwa Kabupaten Sigi menjadi daerah kedua tertinggi dengan angka stunting mencapai 33 persen, setelah Kabupaten Buol yang berada di angka 36,9 persen. Tiga daerah lainnya yang juga mengalami kenaikan adalah Banggai Kepulauan (28,4 persen), Banggai Laut (26,6 persen), dan Kota Palu (25,6 persen).

Baca Juga: Pemkab Berang Kopdes Merah Putih Belum Terbentuk Segera Ganti Pengurus, Akan Dilakukan Evaluasi

Melihat kondisi tersebut, TP-PKK Sigi menekankan pentingnya intervensi gizi sejak masa kehamilan, bahkan dengan bahan makanan yang terjangkau dan tersedia di sekitar.

“Kami edukasi ibu-ibu agar tidak bergantung pada makanan mahal. Sumber gizi bisa diperoleh dari bahan-bahan lokal seperti sayur mayur, ikan, tempe, dan bahan makanan rumah tangga lainnya,” jelas Halwiah.

Selain edukasi gizi, TP-PKK Sigi juga tengah melakukan pemetaan penerima bantuan sosial agar intervensi tidak tumpang tindih. Halwiah menjelaskan bahwa sebagian ibu hamil telah mendapatkan bantuan seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), sementara sebagian lainnya belum tersentuh bantuan sama sekali.

Baca Juga: Kisruh Yayasan Alkhairaat, Sayyid Abdullah Bin Idrus Al-Habsyi : Siapapun yang Rusak Alkhairaat Perlu Dilengserkan

“Kita akan meredam ibu-ibu yang belum mendapat bantuan. Sampai ada yang terlewat karena data yang tidak sinkron,” katanya.

Baca Juga: Nasabah KPR Keluhkan Sistem Penagihan BTN Cabang Palu, Baru Sebulan Telat Setoran, Sudah Akan Ditempel Stiker “Menunggak”

Untuk itu, sinkronisasi data dari berbagai sumber seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), P3KE, hingga data dari Puskesmas melalui PPGM menjadi kunci agar program intervensi bisa tepat sasaran.

“Kalau bantuan datanya tidak akurat, bisa jadi jatuh ke orang yang tidak tepat. Ini yang ingin kami hindari,” ujar Halwiah.

Ia pun mengajak masyarakat untuk proaktif membantu TP-PKK dan pemerintah desa dalam mengidentifikasi warga yang belum menyentuh program bantuan.

Baca Juga: Dikira Deteksi Ada Gempa, memecahkan perangkat Daya dari Alat BMKG Berbunyi

"Kalau ada keluarga atau tetangga yang belum mendapatkan bantuan, tolong laporkan. Nanti kami fasilitasi ke pemerintah desa agar bisa masuk ke dalam sistem," tutupnya.

Dengan kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, TP-PKK Sigi berharap langkah-langkah pencegahan stunting ini mampu menekan angka kasus dan mewujudkan generasi Sigi yang lebih sehat dan cerdas.(cr1)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#ibu hamil #Edukasi gizi #Konsumsi pangan lokal #sulawesi tengah #kabupaten sigi