RADAR PALU – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, didampingi oleh Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, memimpin rapat penting yang membahas pelaksanaan Program Strategis Nasional di Kabupaten Sigi.
Rapat yang digelar di Ruang Rapat Bupati itu menitikberatkan pada integrasi a
ntara program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Swasembada Pangan, sebagai bagian dari inovasi pembangunan berbasis kolaborasi sektor.
Rapat tersebut dihadiri oleh Pimpinan Cabang Bank BRI, pelaksana program MBG, perwakilan Polres Sigi, Kejaksaan Negeri Sigi, Koordinator Wilayah BIN Sigi, serta para kepala perangkat daerah yang terkait. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mengakselerasi pelaksanaan program-program nasional agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat lokal.
Dalam arahannya, Bupati Rizal menekankan pentingnya menggabungkan kekuatan setiap program agar dapat saling mendukung dan memperkuat.
Menurutnya, program MBG, koperasi desa, dan swasembada pangan memiliki keterkaitan erat yang tidak boleh dikerjakan secara terpisah. Ia menyatakan bahwa pendekatan integratif menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut di daerah.
"Ketiga program ini memiliki keterkaitan yang erat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merumuskan langkah konkret dan saling mengintegrasikan antarprogram agar pelaksanaannya lebih maksimal," ujar Bupati Rizal kepada Radar Palu, Rabu (30/07/2025).
Melalui diskusi aktif yang berlangsung dalam rapat tersebut, para peserta menyepakati langkah awal dengan menjadikan Desa Maku sebagai lokasi percontohan. Desa ini akan menjadi model implementasi kolaboratif antara ketiga program strategis yang akan dievaluasi secara berkala sebelum diperluas ke desa-desa lain di Kabupaten Sigi.
Sebagai bentuk konkret pelaksanaan integrasi tersebut, Tim Pelaksana MBG akan menyusun data kebutuhan bahan pangan pokok yang diperlukan untuk menyusun menu bergizi bagi siswa-siswi.
Selanjutnya, Dinas Pertanian akan melakukan pemetaan jenis tanaman yang sesuai dengan kebutuhan tersebut dan mengarahkan kelompok tani di Desa Maku dalam proses penanamannya.
Dalam mendukung upaya ini, Koperasi Desa Merah Putih yang telah ada di Maku akan dilibatkan secara langsung untuk penyediaan pupuk, bibit, dan sarana pertanian lainnya.
Lebih lanjut, kata Rizal, semua kebutuhan pertanian tersebut akan difasilitasi dengan sistem kredit yang didukung oleh Bank BRI sebagai mitra pendanaan. Nantinya, hasil pertanian dari para petani akan langsung diserap untuk memenuhi kebutuhan program MBG, sehingga menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan sekaligus menjamin kepastian pasar bagi petani lokal.
Bupati Rizal menyampaikan harapan besar terhadap keberhasilan program ini sebagai langkah nyata menuju kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Ia juga menekankan bahwa penguatan koperasi dan ketahanan gizi generasi muda merupakan tujuan penting dari upaya ini.
"Jika program ini berhasil di Desa Maku, maka akan kita replikasi ke desa-desa lain sebagai upaya nyata mewujudkan kedaulatan pangan lokal dan kesejahteraan masyarakat Sigi," tutup Bupati.
Melalui terobosan ini, Pemerintah Kabupaten Sigi menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan kebijakan nasional secara tepat sasaran, dengan memanfaatkan kekuatan potensi desa dan mengedepankan kolaborasi sebagai fondasi utama pembangunan.(cr1)
Editor : Muchsin Siradjudin