RADAR PALU - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu mencatat sebanyak 22 kejadian operasi SAR sepanjang Triwulan II Tahun 2025.
Dari seluruh operasi yang dilaksanakan, tercatat 77 orang berhasil diselamatkan, 13 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan 3 orang masih dinyatakan hilang.
Jenis operasi yang paling mendominasi dalam periode ini adalah kondisi membahayakan jiwa manusia dengan 11 kejadian, disusul oleh 8 kejadian kecelakaan kapal, serta sisanya meliputi bencana alam dan kecelakaan penanganan khusus.
Jika dibandingkan dengan Triwulan I Tahun 2025, terdapat peningkatan signifikan pada jumlah korban yang berhasil diselamatkan.
Pada triwulan sebelumnya tercatat 58 orang selamat, sementara di triwulan kedua ini mencapai 77 orang.
Keberhasilan penyelamatan menunjukkan peningkatan efektivitas koordinasi dan kecepatan respons tim di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., dalam keterangannya menyampaikan pentingnya peningkatan kewaspadaan menghadapi potensi bencana di wilayah Sulawesi Tengah.
Kata dia, dalam menghadapi potensi meningkatnya intensitas dan frekuensi musibah di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah akibat dinamika cuaca dan kondisi geografis yang rawan bencana, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
Basarnas Palu juga terus menjalin koordinasi lintas instansi, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan relawan, guna mempercepat response time terhadap setiap kejadian kedaruratan.
"Sejumlah titik rawan seperti wilayah banjir, longsor, dan perairan dengan potensi gelombang tinggi juga telah kami identifikasi,” tambahnya.
Sebagai bentuk kesiapan, Basarnas Palu telah melakukan pengecekan peralatan, pelatihan personel, dan penyusunan strategi penempatan satuan siaga di daerah rawan bencana.(***)
Editor : Mugni Supardi