RADAR PALU - Puncak perayaan HUT Bhayangkara ke 79 Senin (01/07/2025) kemarin, Polres Tolitoli dihadiahi kado berupa aksi unjuk rasa oleh komponen mahasiswa dari HMI dan BEM sejumlah kampus yang tergabung dalam Aliansi Lintas Pemuda dan Mahasiswa Tolitoli (ALPMT).
Namun cukup disayangkan, aspirasi yang niatnya menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Kapolres sekaligus mendesak agar dicopot dari jabatannya, harus terhalang oleh blokade polisi yang berjaga tepat dipertigaan depan Kantor Dinas Kesehatan.
Dalam orasinya Ardan selaku Koordinator Lapangan yang juga mantan ketua HMI mengatakan, mereka tidak percaya atas kinerja polisi khususnya Polres Tolitoli yang dinilai tidak profesional dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya.
" Kami tidak percaya kinerja polisi, selama ini cukup banyak kasus yang disembunyikan, bahkan mati suri, khususnya penanganan kasus-kasus Narkoba," ujar Ardan saat berorasi.
Melalui aksi tersebut, Ardan juga menyoroti soal dugaan pembiaran peredaran Narkoba yang terus tumbuh subur hingga saat ini bahkan sangat mudah didapatkan oleh anak usia SMA bahkan SMP akibat leluasanya para pengedar menjajakan barang haram tersebut.
"Dalam kota ini saja, ada sekitar enam pengedar Narkoba yang sudah sekian tahun beraktifitas, tapi mana upaya polisi, mereka leluasa tak tersentuh hukum. Kami tau itu, tidak etis disebutkan disini," teriak Ardan.
Belum lagi menurutnya, cukup banyak laporan masyarakat terutama kasus pencabulan yang tidak ditindak lanjuti dengan alasan tidak cukup bukti.
"Banyak bukti yang disampaikan masyarakat kepada kami, dan kami telah kantongi, mau bukti?, mari kita buka-bukaan," ungkap Ardan.
Menurut Ardan, beberapa aspirasi inilah yang sebetulnya ingin disampaikan langsung kepada Kapolres, namun menurutnya cukup disayangkan, orang nomor satu dijajaran Polres tersebut "alergi" menerima dan bertemu mahasiswa.
Meski demikian dikatakan Ardan, pihaknya tidak akan menyerah menyampaikan aspirasi tersebut, mereka akan tetap mendesak Kapolres untuk menuntaskan masalah yang menjadi keresahan atas kinerja mengecewakan dari Polres Tolitoli.
"Khsusnya masalah Narkoba yang semakin merajalela dan sangat mengerikan terjadi didaerah kita tercinta ini, jika Kapolres terus membiarkan para bandar bergentayangan, maka kami nyatakan dengan tegas, Copot Kapolres Tolitoli," tegas Ardan.
Ia menandaskan mosi tidak percaya yang digaungkan tepat pada puncak HUT Bhayangkara, merupakan warning bagi Kapolres agar kembali kejalan yang benar, membereskan masalah yang menimbulkan keresahan dan ketidak percayaan atas kinerja jajaran yang cendrung mengabaikan laporan masyarakat.
"Jika Kapolres tidak mampu mengatasi masalah yang menyangkut kepentingan masyarakat, kami akan meminta Kapolri khususnya, Kapolda Sulteng copot Kapolres Tolitoli," tandas Ardan.
Kapolres Tolitoli AKBP Wayan Wairacana Aryawan, saat ditemui saat berlangsungnya acara syukuran, saat dimintai tanggapannya atas aksi tersebut, tidak menjawab pertanyaan media ini, dan memilih menjawab pertanyaan seputar pelaksanaan kegiatan HUT Bhayangkara.(*)
Editor : Muchsin Siradjudin