Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Sulteng Surplus 75 Ribu Ton Beras, Anwar Hafid Siap Jalankan Instruksi Presiden Hadapi Kemarau

Muhammad Awaludin • Kamis, 5 Juni 2025 | 18:24 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat mengikuti Rakor Ketahanan Pangan secara virtual dari ruang kerja, Selasa (3/6/2025).
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat mengikuti Rakor Ketahanan Pangan secara virtual dari ruang kerja, Selasa (3/6/2025).

RADAR PALU – Menyikapi musim kemarau tahun 2025 yang diprediksi berlangsung cukup panjang, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk mengamankan ketahanan pangan daerah.

Hal ini ditegaskan Anwar saat mengikuti Rakor Nasional bertema Percepatan Swasembada Pangan Menghadapi Musim Kemarau 2025 secara daring, Selasa (3/6).

Rakor yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian itu turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri PUPR Dody Hanggodo. Dalam arahannya, Tito meminta daerah mempercepat program strategis pangan untuk menjaga inflasi dan ketersediaan bahan pokok. 

“Pangan bukan sekadar produksi, tapi juga pengaruh besar terhadap ekonomi lokal,” kata Tito.

Menteri Pertanian mengungkapkan stok beras nasional saat ini mencapai 4 juta ton—tertinggi dalam 57 tahun. Namun, ia mengingatkan bahwa masa kritis produksi berlangsung Juni hingga September.

Menanggapi hal itu, Anwar Hafid menegaskan komitmennya melaksanakan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Kami pastikan pompanisasi, irigasi, dan distribusi alsintan dijalankan secara optimal di Sulteng,” ujarnya. 

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, daerah ini mencatat surplus beras sebesar 75.194 ton dalam lima bulan pertama 2025.

Anwar hadir dalam rakor didampingi jajaran dinas terkait seperti Nelson Metubun (Tanaman Pangan), Rohani Mastura (Perkebunan-Peternakan), dan Andy Ruly Djanggola (Cikasda).*

Editor : Muhammad Awaludin
#Musim kemarau nasional #Gubernur Anwar Hafid #irigasi pertanian #Rakor swasembada pangan #sulteng #surplus beras