RADAR PALU – Kenyamanan pasien bukan sekadar bonus, tapi bagian dari hak yang harus dijamin. Inilah yang ditekankan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam rapat khusus bersama jajaran RSUD Undata, Selasa siang (3/6).
Anwar mengingatkan bahwa pelayanan publik, apalagi yang menyangkut kesehatan, tidak boleh lagi terjebak dalam rutinitas teknis yang mengabaikan sisi manusiawi.
“Mulai dari antre di loket, tunggu di ruang poli, sampai masuk IGD, semua harus nyaman. Jangan ada lagi pasien kipasan karena kepanasan,” katanya dengan nada serius.
Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Ia menerima banyak masukan dari masyarakat terkait pengalaman tidak menyenangkan di rumah sakit milik pemerintah. Maka, penataan ulang sistem pelayanan disebutnya sebagai keharusan mendesak.
Selain kenyamanan ruang tunggu, gubernur juga menyoroti aspek kebersihan dan keteraturan. Ia ingin RSUD Undata berbenah dari hulu ke hilir — mulai dari pelayanan, peralatan medis, hingga manajemen pelayanan publik.
Ia memastikan, pemprov siap mendukung penuh proses transformasi rumah sakit dengan kebijakan anggaran.
“Yang penting pelayanan dulu dibenahi. Kalau itu siap, kami support dari sisi anggaran,” tegasnya.
Didampingi Wakil Gubernur Reny Lamadjido dan Direktur RSUD Undata Herry Mulyadi, Anwar juga meninjau langsung kondisi ruang rawat inap serta pelayanan pasien.
Langkah ini jadi bagian dari komitmennya untuk menjadikan Undata sebagai rumah sakit rujukan yang bisa dibanggakan seluruh warga Sulteng.***
Editor : Muhammad Awaludin