Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tim SFQR Lanal Palu, Berhasil Gagalkan Penyelundupan Miras dan Rokok Merk China di Morowali

Muksin Sirajuddin • Kamis, 22 Mei 2025 | 17:17 WIB

DIGAGALKAN : Tim SFQR Lanal Palu, telah berhasil menggagalkan penyelundupan minuman berakohol dan rokok merk China, dini hari, Minggu (18/05/2025).
DIGAGALKAN : Tim SFQR Lanal Palu, telah berhasil menggagalkan penyelundupan minuman berakohol dan rokok merk China, dini hari, Minggu (18/05/2025).

MOROWALI-Tim Second Quick Response (SFQR) Lanal Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, telah berhasil menggagalkan penyelundupan minuman berakohol dan rokok merk China , Minggu 18 Mei 2025, dini hari.

Hal tersebut dibenarkan oleh Komandan Lantamal VI (Danlantamal) Makassar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Dr. Wahyudi, SE., M.Tr.Hanla., MM., M.Han, Rabu (21/05/2025), saat doorstop di kantor Bea Cukai Morowali, komplek Kota Terpadu Mandiri (KTM) Desa Bahomohoni, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali.

Menurut Danlantamal VI Makassar, adapun kronologis kejadian penggagalan penyelundupan berawal pada 17 Mei 2025, Komandan Lanal Palu mendapatkan informasi dari unit Intel bahwa ada penyelundupan minum beralkohol dan rokok asal Cina yang masuk di perairan Morowali. Menindaklanjuti hal tersebut, Dan Lanal Palu, Kolonel Laut (P) Martinus Sir bersama jajarannya kemudian melaksanakan penyergapan.

Sebelumnya, pukul 22.30 Wita, saat kondisi air mulai pasang terlihat kegiatan mencurigakan dilaut, berupa penurunan barang yang terbungkus dalam karung besar.Melihat hal tersebut Tim SFQR merapat kesisi lambung kanan kapal Vessel yang mana saat Tim merapat tampak satu perahu bermuatan karung besar melarikan diri, sehingga Tim mengamankan satu perahu yang masih menempel di lambung Vessel untuk menanyakan isi muatan yang mencurigakan namun ABK tidak menjawab sehingga diamankan untuk dilakukan pendalaman.

Pada 18 Mei 2025, Tim SFQR bersama perahu kayu dengan 4 ABK sampai di Posal Morowali dan dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan membuka isi karung didapati berupa minuman alkohol dan rokok merk Cina.
"Adapun, barang ilegal yang diamankan berupa minuman beralkohol sebanyak 1634 botol dengan berbagai merk dan rokok 5 dos (235 slop). Total kerugian negara atas barang selundupan tersebut diperkirakan Rp 1,4 miliar, dan Rp 243 juta kerugian negara dari sektor cukai dan pajak, " ujarnya.

Seluruh barang sitaan kemudian diserahkan kepada pihak Bea Cukai Morowali untuk diproses lebih lanjut. Komandan Lantamal VI (Danlantamal) Makassar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Dr. Wahyudi juga menyampaikan, ucapan terimakasih, atas sinergitas dan dukungan semua stakeholder.

Sementara itu, Ketua DPRD Morowali, Sulawesi Tengah Herdianto Marzuki terkait kinerja TNI-AL yang sudah berhasil menangkap minuman keras dan rokok merk China, mengapresiasi terhadap kinerjanya Dan Lanal VI Makassar yang membawahi empat provinsi, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Khususnya di Kabupaten Morowali sendiri untuk hadir dan meningkatkan keamanan khususnya di wilayah laut.

“Karena bicara Morowali ini sangat kompleks, Morowali adalah miniatur Indonesia dan kemudian Morowali terdapat Proyek Strategis Nasional (PSN). Semua stakeholder mulai dari pusat hingga daerah dan angkatan laut di Morowali memberi bukti nyata dan mereka bekerjasama dengan Bea cukai sesuai yang disampaikan dalam jumpa pers tadi, “ ungkap Herdianto.

“ Kalau boleh kita bersilaturahmi dalam kawasan khususnya yang banyak tenaga kerja asing atau Tiongkok, barang- barang seperti ini sudah tidak asing lagi,dan ini mungkin jumlahnya cukup besar. Untuk itu, kita berikan apresiasi kepada TNI AL dan Bea Cukai. Kepada TNI AL di Morowali, baru punya pos , perlu ditingkatkan lagi, “ tegasnya.

"Kemarin Pemerintah Kabupaten Morowali sudah memberikan hibah berupa tanah kepada TNI-AL sekitar 3 sampai 4 hektare di lokasi Kota Terpadu Mandiri (KTM), dan pelabuhannya di wilayah Bungku Barat. Pembagunan tergantung dari stakeholder. Kalau kita bersepakat secepatnya kita akan bangun. Kondisi yang kita alami saat ini, ancaman laut cukup serius," harapnya.(pri)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Kabupaten Morowali #Provinsi Sulawesi Tengah #Lanal Palu