RADAR SULTENG – Layanan perizinan investasi di Sulawesi Tengah terus didorong menuju sistem yang makin cepat, mudah, dan aman. Tak hanya mengandalkan angka capaian, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyoroti pentingnya membangun sistem yang akuntabel dan terintegrasi lintas daerah, agar kenyamanan investor benar-benar terjamin sejak awal proses.
Dalam rapat virtual bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Rifani serta seluruh Kepala Dinas PTSP kabupaten/kota se-Sulteng, Jumat (9/5), Anwar menggarisbawahi perlunya inovasi digital seperti di negara-negara maju.
“Investor itu tidak suka birokrasi berbelit. Mereka butuh kecepatan dan kepastian,” ujarnya.
Gubernur juga menyinggung kasus pemalsuan dokumen di Morowali sebagai pelajaran penting. “Jangan sampai petugas jadi korban karena sistem yang lemah. Kita perlu sistem aplikasi yang aman dan bisa saling cek antarinstansi,” tegasnya.
Tidak hanya soal teknologi, Anwar juga menekankan pentingnya keadilan dalam pelayanan. Menurutnya, warga lokal pun punya potensi besar sebagai investor. Oleh karena itu, sistem harus ramah dan terbuka bagi siapa pun.
Anwar berencana turun langsung ke kabupaten/kota bersama para kepala dinas provinsi. Tujuannya, membangun komunikasi dan sinkronisasi program lintas wilayah agar pelayanan publik benar-benar terasa manfaatnya di lapangan.
“Kita ini satu tubuh. Tidak boleh ada sekat-sekat kewenangan yang bikin kita tidak jalan bersama,” ucap Anwar penuh semangat.***
Editor : Muhammad Awaludin