RADAR PALU - Perempuan Sulawesi Tengah kembali menunjukkan kiprahnya. Reny Lamadjido menutup langsung Turnamen Gateball Kartini II Tahun 2026 di Palu, Minggu (26/04/2026), sekaligus menegaskan pentingnya peran perempuan di ruang publik.
Turnamen yang digelar di lingkungan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah ini bukan sekadar kompetisi olahraga. Lebih dari itu, ajang ini menjadi refleksi semangat perjuangan Kartini yang terus relevan hingga hari ini.
Dalam sambutannya, Reny Lamadjido menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, serta organisasi perempuan yang terlibat aktif. Ia menilai, partisipasi perempuan dalam kegiatan seperti ini adalah bukti nyata kemajuan emansipasi.
Baca Juga: Nico Paz Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit Saat Como Bungkam Genoa di Stadion Luigi Ferraris
“Ini bukan sekadar olahraga. Ini momentum memperingati Hari Kartini. Tanpa perjuangan Kartini, saya tidak mungkin berdiri di sini,” tegasnya.
Ia juga mendorong perempuan di Sulawesi Tengah untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk berani masuk ke ruang-ruang strategis seperti kepemimpinan dan politik.
Menurutnya, keberanian untuk tampil dan berkontribusi harus dibangun sejak dini sebagai investasi sosial jangka panjang.
Baca Juga: JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
“Perempuan harus berani, terus belajar, dan tidak takut tampil di depan. Apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar ke depan,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Reny Lamadjido memberikan selamat kepada para pemenang turnamen. Ia juga menyemangati peserta yang belum meraih juara agar tetap konsisten berlatih.
“Yang menang selamat. Yang belum, jangan berkecil hati. Semua yang hadir hari ini adalah bagian dari prestasi perempuan Sulawesi Tengah,” katanya.
Ia pun menaruh harapan besar terhadap perkembangan olahraga gateball di daerah, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai pilar pembangunan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KORMI Sulteng, Syaifullah Djafar bersama peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin