RADAR PALU – Perempuan Sulawesi Tengah didorong untuk tidak hanya kuat di rumah, tapi juga berani tampil dan berprestasi di ruang publik. Pesan itu digaungkan keras saat pembukaan Turnamen Gateball Kartini II 2026.
Ajang ini bukan sekadar olahraga. Ada pesan besar tentang peran perempuan yang terus didorong naik kelas.
Turnamen resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, mewakili gubernur, di Kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng, Sabtu (25//4/2026).
Baca Juga: Madura United Incar Tiga Poin, Misi Keluar dari Zona Merah
Dalam sambutannya, Novalina menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai lebih luas. Bukan hanya soal sejarah emansipasi, tapi bagaimana perempuan hari ini berani mengambil peran nyata.
“Hari ini kita tidak hanya memperjuangkan kesempatan untuk belajar, tetapi juga kesempatan untuk berprestasi di semua bidang, termasuk olahraga,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan perempuan saat ini jauh lebih kompleks. Perempuan dituntut tidak hanya cerdas, tapi juga tangguh dan sehat.
Baca Juga: Pantaskah Nama Rumah Sakit Mokoyurli Kabupaten Buol Diganti ?
Ia bahkan menyebut tiga kunci utama yang harus dimiliki perempuan masa kini: berani, cerdas, dan sehat.
“Perempuan harus berani, harus cerdas, dan harus sehat. Karena untuk merawat keluarga dan mendampingi kehidupan rumah tangga, kesehatan menjadi kunci utama,” tegasnya.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Di tengah tekanan ekonomi dan sosial, perempuan kerap memikul beban ganda—di rumah sekaligus di ruang publik.
Karena itu, kegiatan seperti turnamen gateball dinilai penting. Selain menjaga kebugaran, juga jadi ruang interaksi sosial yang sehat.
Novalina juga mengapresiasi inisiatif Dharma Wanita Dinas Bina Marga yang menjadi motor kegiatan ini. Dukungan berbagai pihak membuat turnamen berjalan lancar dan meriah.
Ia menilai gateball bukan sekadar permainan biasa. Ada nilai yang bisa diambil dalam kehidupan sehari-hari.
“Gateball mengajarkan ketepatan, kesabaran, dan kekompakan. Nilai-nilai ini juga sangat penting dalam mengelola rumah tangga dan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Baca Juga: Jaringan Narkoba di Tatanga Terus Dibongkar, Satu Pelaku Diamankan
Turnamen ini pun menjadi ruang mempererat silaturahmi antarperempuan lintas instansi. Suasana kompetisi dibalut kebersamaan yang terasa kuat di lapangan.
Di akhir sambutan, Novalina mengingatkan peserta untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas. Menang atau kalah bukan tujuan utama.
“Kalau menang jangan sombong, kalau kalah jangan berkecil hati. Tujuan utama kita adalah mempererat silaturahmi,” pesannya.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Umum KORMI Sulteng Syaifullah Djafar, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Abdul Haris Karim, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dengan semangat Kartini, turnamen ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, menjadi pemicu lahirnya perempuan-perempuan Sulteng yang sehat, percaya diri, dan berdaya saing.***
Editor : Muhammad Awaludin