RADAR PALU - Film biopik bertajuk Emmy siap mengangkat kisah pahlawan perempuan dari daerah yang belum banyak dikenal publik, Emmy Saelan. Sosok pejuang asal Makassar ini akan diperankan oleh aktris muda Beby Tsabina.
Produksi Denny Siregar Production tersebut disutradarai oleh Emil Heradi dan berfokus pada perjalanan hidup Emmy Saelan, seorang perawat yang turut terjun dalam perjuangan melawan tentara Belanda.
Nama Emmy Saelan mungkin belum sepopuler tokoh nasional lainnya. Namun di daerahnya, ia dikenal sebagai simbol keberanian perempuan yang berdiri di garis depan perjuangan.
Baca Juga: Sinopsis Dilan ITB 1997: Cinta Segitiga Dilan Dewasa
Melalui film ini, kisah Emmy diharapkan dapat menjangkau lebih luas, sekaligus memperkenalkan kembali peran pahlawan daerah dalam sejarah Indonesia.
Dalam wawancara saat press conference yang diunggah melalui akun TikTok @filmusiku, Beby Tsabina mengungkapkan bahwa dirinya tidak langsung mendapatkan peran tersebut.
Ia harus melalui proses casting sebelum akhirnya dipercaya memerankan karakter Emmy Saelan.
Setelah dinyatakan lolos, Beby menjalani berbagai persiapan intensif, mulai dari workshop hingga simulasi medis di kondisi lapangan.
Baca Juga: Dilan 1997 ITB: Ariel NOAH Perankan Dilan Versi Dewasa
Persiapan tersebut dilakukan untuk menggambarkan sosok Emmy secara autentik sebagai perawat di medan perang.
Beby mengaku langsung tertarik saat pertama membaca sinopsis film tersebut. Menurutnya, karakter Emmy digambarkan secara detail, mulai dari latar belakang hingga motivasi hidupnya.
“Karakter ini sangat kuat dan punya nilai perjuangan yang besar,” ujar Beby.
Tak hanya dari sisi emosional, pendalaman peran juga dilakukan melalui pelatihan teknis. Beby mempelajari cara menangani korban luka dalam kondisi darurat dengan keterbatasan alat medis.
Hal ini menjadi bagian penting untuk merepresentasikan situasi nyata yang dihadapi Emmy Saelan saat masa perjuangan.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram @dennysiregarproduction, Emmy Saelan dikenal karena keberaniannya dalam salah satu pertempuran melawan pasukan Belanda yang dipimpin Raymond Westerling.
Dalam situasi genting, ia memilih mengorbankan diri dengan meledakkan granat demi melindungi rekan-rekannya.
Kisah heroik ini menjadi salah satu bagian penting yang diangkat dalam film.
Produksi film Emmy telah memasuki tahap awal yang ditandai dengan acara syukuran dan konferensi pers pada 27 Maret 2026.
Film ini tidak hanya menghadirk
Baca Juga: Bateman Production Hadirkan Konser Intim di 168 House, Ini Cara Dapatkan Tiketnyaan cerita perang, tetapi juga menyuguhkan sisi kemanusiaan seorang pahlawan.
Emmy Saelan digambarkan bukan hanya sebagai pejuang, tetapi juga sebagai perempuan dengan harapan, ketakutan, dan pilihan besar dalam hidupnya.
Di tengah minimnya eksposur terhadap pahlawan dari daerah, film ini menjadi upaya untuk mengangkat kembali kisah yang nyaris terlupakan.
Melalui Emmy, generasi muda diajak mengenal sejarah dari sudut pandang yang lebih dekat dan relevan, sekaligus menghargai kontribusi pahlawan perempuan dari berbagai daerah di Indonesia.***
Editor : Muhammad Awaludin