Hanura Ungkap Status Hadianto Usai Mundur dari Ketua DPD

Wahono. • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 12:28 WIB
Ketua Tim Task Force (Satgas) DPP Partai Hanura, Rio Capella, saat menyampaikan keterangan kepada sejumlah awak media dalam kegiatan di Sulawesi Tengah. Foto: Wahono
Ketua Tim Task Force (Satgas) DPP Partai Hanura, Rio Capella, saat menyampaikan keterangan kepada sejumlah awak media dalam kegiatan di Sulawesi Tengah. Foto: Wahono

 

RADAR PALU – Mundurnya Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dari posisi Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Tengah dinilai tidak akan mengurangi semangat kader untuk terus membesarkan partai di daerah tersebut.

Ketua Tim Task Force Partai Hanura, Rio Capella, Rabu (30/9) mengatakan keputusan yang diambil Wali Kota Palu merupakan bagian dari pertimbangan dan alasan pribadi yang perlu dihormati.

Meski tidak lagi menduduki jabatan sebagai Ketua DPD Hanura Sulteng, yang bersangkutan disebut tetap menjadi bagian dari keluarga besar Partai Hanura.

Baca Juga: Hanura Dorong Wewenang DKPP Diperluas, Usulkan Dewas Pemilu

“Kalau langkah-langkah yang diambil oleh Wali Kota Palu itu tentu punya pertimbangan dan alasan tersendiri. Dia tidak lagi menjadi Ketua DPD, tapi merupakan bagian dari keluarga besar Partai Hanura,” kata Rio.

Menurutnya, perjuangan politik untuk membesarkan Partai Hanura tidak hanya dapat dilakukan melalui jabatan struktural di dalam kepengurusan.

Karena itu, ia meyakini Wali Kota Palu tetap dapat memberikan kontribusi terhadap partai meskipun tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPD.

Baca Juga: Task Force Hanura Turun ke Sulteng, Pacu Penguatan Struktur Menuju Pemilu 2029 

“Kami meyakini bahwa perjuangan itu bisa dari mana saja. Kami meyakini Wali Kota itu pasti akan bekerja untuk Partai Hanura walaupun tidak menjabat Ketua DPD,” ujarnya.

Rio juga menilai keberadaan Wali Kota Palu memiliki kaitan dengan perjalanan panjang Partai Hanura di Sulawesi Tengah. Menurut dia, perjalanan politik Wali Kota Palu tidak terlepas dari kiprahnya bersama Hanura, termasuk saat berjuang menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah hingga akhirnya menjabat sebagai wali kota.

“Hanura di Sulawesi Tengah ini sejarahnya adalah bagian dari sejarah panjang Wali Kota Palu ketika berjuang menjadi anggota DPRD provinsi dan menjadi Wali Kota hari ini,” jelasnya.

Terkait kabar yang menyebut Wali Kota Palu akan berpindah ke partai politik lain, Rio mengaku belum memperoleh informasi tersebut.

“Saya belum mendengar, ya, belum mendapat informasi pindah ke partai lain. Tapi sampai hari ini, saya komunikasi dengan Pak Wali, dia tetap bagian dari Hanura walaupun tidak lagi menjabat Ketua DPD,” katanya.

Rio menegaskan, kondisi tersebut tidak semestinya menjadi alasan bagi kader Hanura di Sulawesi Tengah untuk mengendurkan semangat dalam menjalankan aktivitas politik dan membesarkan partai.

Editor : Wahono.
Mundur hanura politik Hadianto Rasyid walikota palu