Task Force Hanura Turun ke Sulteng, Pacu Penguatan Struktur Menuju Pemilu 2029 

Wahono. • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 15:20 WIB
Tim Task Force DPP Partai Hanura menyerahkan bantuan kepada DPD Partai Hanura Sulawesi Tengah sebagai bentuk dukungan untuk penguatan mesin partai dan konsolidasi organisasi di daerah. Foto: Wahono
Tim Task Force DPP Partai Hanura menyerahkan bantuan kepada DPD Partai Hanura Sulawesi Tengah sebagai bentuk dukungan untuk penguatan mesin partai dan konsolidasi organisasi di daerah. Foto: Wahono

 

RADAR PALU – Tim Task Force DPP Partai Hanura melanjutkan agenda konsolidasi ke Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Sya Hotel Palu, Rabu (30/9), dengan dihadiri jajaran DPD dan DPC Partai Hanura se-Sulteng.

Sekretaris DPD Hanura Sulawesi Tengah, Muhammad Ismail Junus, mengatakan kehadiran Tim Task Force memberikan dorongan bagi jajaran partai di daerah, terutama dalam mempercepat proses administrasi dan pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan DPP.

Dalam kesempatan itu, Ismail melaporkan perkembangan pembentukan struktur organisasi Hanura di Sulawesi Tengah. Pembentukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) disebut telah mencapai hampir 80 persen dan ditargetkan rampung seluruhnya pada Oktober 2026.

Sementara itu, persyaratan kantor DPC telah mencapai lebih dari 80 persen. Sejumlah DPC masih melakukan renovasi kantor sehingga kelengkapan dokumentasi berupa foto akan disampaikan setelah proses tersebut selesai.

Baca Juga: Tinggalkan NasDem ke PSI, Anugrah Pratama Ungkap Alasan Pindah Partai Politik

“Yang penting bagaimana Partai Hanura di Sulteng ini berjalan saja, bekerja saja. Bagaimana kita bisa meraih hati rakyat, bagaimana kita bisa menambah kursi yang ada,” kata Ismail.

Ketua Tim Task Force Hanura, Rio Capella, dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan. Menurut dia, pembentukan PAC dan DPC tidak semata-mata untuk memenuhi persyaratan menghadapi Pemilu 2029, tetapi harus menjadi bagian dari penguatan organisasi.

Rio juga mengingatkan perjalanan politik Hanura yang pernah memiliki keterwakilan di parlemen sebelum akhirnya kehilangan kursi di tingkat nasional. Karena itu, ia mendorong kader untuk membangun kembali kekuatan partai melalui struktur yang solid.

“Hanura ini bukan sekadar mengejar kursi, bukan sekadar menambah jumlah partai politik peserta pemilu pada 2029. Kita berkumpul di sini bukan sekadar untuk memenuhi verifikasi faktual,” ujarnya.

Ia menyebut jaringan organisasi di tingkat kecamatan dan desa menjadi salah satu fondasi penting bagi kerja politik partai. Karena itu, setiap daerah diminta serius menyelesaikan pembentukan PAC.

Rio juga meminta jajaran DPD Hanura Sulteng mengevaluasi kepengurusan yang dinilai belum berjalan optimal, termasuk di Kabupaten Donggala.

“Tidak boleh ada yang main-main. Partai ini tidak boleh menunggu satu dua orang,” tegasnya. 

 

Editor : Wahono.
DPP Tim Task Force hanura struktur partai sulteng