RADAR PALU – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Palu mulai mempersiapkan langkah menghadapi Pemilu 2029. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menjalin silaturahmi dan berdiskusi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu terkait berbagai isu kepemiluan yang berpotensi memengaruhi peta politik di ibu kota Sulawesi Tengah.
Kunjungan yang berlangsung di kantor KPU Kota Palu, Senin (8/6), dipimpin Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Palu Rusman Ramli dan diterima langsung Ketua KPU Kota Palu Idrus bersama jajaran komisioner.
Rusman Ramli menjelaskan, pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis pasca putusan Mahkamah Konstitusi yang berkaitan dengan regulasi pemilu mendatang.
Baca Juga: Gempa M 7,8 Guncang Mindanao, Pemerintah Filipina Siagakan Jutaan Paket Pangan Darurat
Beberapa di antaranya menyangkut pemisahan pemilu nasional dan daerah, keterwakilan perempuan, hingga penerapan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.
Selain itu, kata Rusman, perhatian utama PKS tertuju pada perkembangan jumlah penduduk Kota Palu yang telah mencapai sekitar 400 ribu jiwa.
Kondisi tersebut berpotensi menambah jumlah kursi DPRD Kota Palu dari 35 menjadi 40 kursi pada pemilu mendatang.
“Penambahan kursi tentu akan berdampak pada skema daerah pemilihan. Apakah tetap empat dapil atau terjadi perubahan, itu masih menunggu keputusan dan ketetapan KPU,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, KPU Kota Palu juga memberikan gambaran awal mengenai kemungkinan perubahan komposisi daerah pemilihan berdasarkan jumlah penduduk di masing-masing kecamatan.
Rusman menegaskan, meski Pemilu 2029 masih cukup lama, PKS merasa perlu melakukan persiapan sejak dini.
Menurutnya, partai harus memahami setiap perkembangan regulasi agar dapat menyiapkan kader, memperkuat keterwakilan perempuan, serta menghadapi tahapan verifikasi partai politik dengan lebih matang.
“Dari potensi penambahan kursi dan perubahan dapil itulah PKS mulai memetakan sumber daya yang akan dipersiapkan untuk bertarung pada Pemilu 2029 maupun pemilu daerah berikutnya,” katanya.
Editor : Wahono.