Muslimun menjelaskan, warga menyampaikan keluhannya terkait pasokan air bersih yang masih mengalami kendala.
“Dana DAK yang diperuntukkan untuk infrastruktur air tampaknya belum memberikan hasil yang memuaskan, bahkan beberapa keran air mulai mengalami tanda-tanda karat,” jelasnya.
Selain itu dampak debu perusahaan, menurutnya warga resah atas dampak debu yang ditimbulkan oleh kegiatan perusahaan di sekitar wilayah kelurahan. Hal ini menunjukkan kebutuhan untuk mengambil tindakan preventif yang lebih serius.
Muslimun juga mendorong, agar ada peningkatan taraf ekonomi masyarakat, terutama para ibu-ibu nelayan, menjadi perhatian serius dalam pertemuan ini. “Jadi ada langkah-langkah konkret untuk memberdayakan sektor ini akan menjadi prioritas,” jelasnya.(who)
Editor : Rony Sandhi