RADAR PALU - Memburuknya kualitas udara di Kota Palu mulai mendorong pemerintah menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat, termasuk siswa di sekolah. Pemerintah Kota (Pemkot) Palu berencana membagikan masker dan menerbitkan surat edaran penggunaan masker. Jika kondisi udara semakin parah, pembelajaran daring juga berpeluang diterapkan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Hardi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengantisipasi dampak buruk kualitas udara terhadap lingkungan sekolah.
Menurut Hardi, sekolah diminta mengarahkan siswa dan guru menggunakan masker. Aktivitas di luar ruangan, termasuk olahraga, juga perlu dikurangi selama kondisi udara belum membaik.
Baca Juga: Akademisi Untad: Rafiq Al Amri Tak Dilindungi Imunitas DPD, BK Dapat Proses Dugaan Pelanggaran Etik
Langkah tersebut menjadi penting karena siswa termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan ketika kualitas udara memburuk. Namun, imbauan penggunaan masker perlu diikuti pemantauan kondisi udara dan langkah penanganan yang jelas agar perlindungan tidak sebatas imbauan.
Hardi menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan pembagian masker melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk instansi yang menangani kesehatan, sosial, dan kebencanaan. Surat edaran mengenai penggunaan masker turut disiapkan untuk memperkuat langkah pencegahan.
Di sisi lain, Disdikbud belum memastikan penerapan pembelajaran daring. Keputusan itu masih bergantung pada perkembangan kualitas udara dan arahan Pemkot Palu.
Baca Juga: Matangkan Target 5 Besar Porprov Sulteng, KONI Buol Tambah Tiga Cabor Unggulan
“Kalau misalnya besok masih lebih parah lagi, ya mungkin kita melakukan belajar daring, tapi ada harus ada instruksi nanti dari pemerintah kota Palu,” kata Hardi. Sabtu, (17/10/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa opsi belajar daring masih sebatas kemungkinan. Padahal, ketika kualitas udara terus memburuk, kejelasan kriteria untuk menghentikan sementara aktivitas belajar tatap muka menjadi penting agar sekolah tidak menunggu sampai kondisi semakin mengkhawatirkan.
Hardi menyebut, pembahasan lebih lanjut akan dilakukan bersama Wali Kota Palu dan Sekretaris Kota. Pemerintah akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara sebelum menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan mengalihkan kegiatan belajar ke rumah.
Baca Juga: Ketika Kekuasaan Memilih Berhenti di Batasnya
Paparan udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan dan orang yang memiliki masalah pernapasan. Karena itu, pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi yang mudah diakses, serta keputusan yang cepat dan terukur menjadi bagian penting dalam melindungi warga.
Pemkot Palu kini menyiapkan pembagian masker dan surat edaran sebagai langkah awal. Namun, efektivitas penanganan akan sangat bergantung pada kecepatan pelaksanaan di lapangan dan kejelasan keputusan jika kualitas udara terus memburuk, terutama bagi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Editor : Annisa Wibdy