RADAR PALU – Melatih kemandirian, disiplin, dan kebersamaan menjadi tujuan utama kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) yang digelar SD Negeri Lasoani, Kota Palu, Jumat hingga Sabtu (9–10/10/2026).
Melalui kegiatan kepramukaan ini, siswa belajar membangun karakter tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga lewat pengalaman langsung bersama teman-temannya.
Kepala SDN Lasoani, Sri Handayani, S.Pd., mengatakan Perjusa menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian terhadap sesama sejak dini.
Baca Juga: Praktek Langsung, Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Magang di IMIP
Menurutnya, pengalaman mengikuti perkemahan diharapkan dapat membekas dalam diri siswa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Perjusa diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari kelas III hingga kelas VI, didampingi guru dan pembina pramuka serta mendapat bantuan dari kakak-kakak pramuka SMP Negeri 1 Palu.
Baca Juga: PT CAN Respons Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Petumbea
Sri Handayani menyebutkan, kegiatan kepramukaan menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan di SDN Lasoani. Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih bekerja sama, saling menghargai, menaati aturan, serta menyelesaikan tugas secara bersama-sama.
Rangkaian kegiatan Perjusa diisi dengan berbagai aktivitas, di antaranya penampilan tari, semaphore, pembacaan puisi, api unggun, dan perenungan. Kegiatan itu dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat kebersamaan antarsiswa.
Pembina Pramuka SDN Lasoani, Nurkhafifa, menambahkan kemandirian, gotong royong, dan disiplin menjadi nilai utama yang ditanamkan kepada peserta. Siswa juga didorong untuk belajar mendisiplinkan diri sendiri agar kebiasaan tersebut terbawa ke lingkungan keluarga dan sekolah.
Baca Juga: Orang Tua Korban Pengeroyokan Pertanyakan Penanganan Kasus
Menurutnya, meski sebagian peserta masih berusia anak-anak dan harus tidur di tenda tanpa orang tua, mereka justru terlihat antusias mengikuti kegiatan. Suasana ramai bersama teman-teman serta pendampingan guru dan pembina membantu siswa merasa nyaman selama berkemah.
“Anak-anak justru senang karena bisa bertemu dan tidur bersama teman-temannya dalam satu tenda. Mungkin ini menjadi pengalaman baru yang tidak mereka dapatkan setiap hari,” jelasnya.
Pengalaman unik juga mewarnai kegiatan tersebut. Salah seorang siswa membawa bantal peluk yang biasa digunakannya di rumah. Benda kesayangan itu ikut dibawa ke tenda, menjadi bagian kecil dari proses beradaptasi dengan suasana baru tanpa keluarga di sampingnya.
Pihak sekolah tetap memberikan kesempatan kepada orang tua untuk menjenguk anak-anak mereka dengan pengaturan waktu dan pengawasan dari petugas. Namun, berdasarkan pengalaman pembina, para orang tua tetap mempercayakan anak-anaknya mengikuti kegiatan hingga pagi hari.
Baca Juga: BULOG Sulteng Salurkan 1.232 Ton Jagung SPHP, Realisasi Tembus 90,24 Persen
Melalui Perjusa, SDN Lasoani berharap nilai-nilai dasar kepramukaan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya melatih keberanian dan kemandirian, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar saling membantu, menghargai, dan bertanggung jawab.***
Editor : Mugni Supardi