Kenang 8 Tahun Bencana Palu, Alumni MAN 2 Gelar Dzikir Akbar dan Munajat Kebangsaan

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 20:17 WIB
Ikatan Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu menggelar Dzikir Akbar dan Munajat Kebangsaan. (DOK: ISTIMEWAH).
Ikatan Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu menggelar Dzikir Akbar dan Munajat Kebangsaan. (DOK: ISTIMEWAH).

RADAR PALU – Memperingati delapan tahun bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Kota Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Ikatan Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu menggelar Dzikir Akbar dan Munajat Kebangsaan, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas MAN 2 Kota Palu itu menjadi momentum bagi keluarga besar madrasah untuk mengenang para korban sekaligus memanjatkan doa bagi masyarakat yang terdampak bencana 28 September 2018 silam.

Dzikir Akbar dan Munajat Kebangsaan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-51 dan Reuni Akbar MAN 2 Kota Palu Tahun 2026.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Palu Anugrah Pratama Dikabarkan Tinggalkan Partai NasDem, Apakah ke Berlabuh PSI ?

Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik, S.Ag., M.Ag., mengatakan, peringatan delapan tahun bencana tidak sekadar menjadi ruang untuk mengenang kembali peristiwa yang pernah terjadi, tetapi juga momentum untuk mengambil hikmah dari musibah tersebut.

“Kita mengenang delapan tahun bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi ini bukan hanya untuk mengingat peristiwa yang pernah terjadi, tetapi juga untuk mendoakan saudara-saudara kita yang telah menjadi korban,” ujar Taufik.

Ia berharap para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan.

Baca Juga: Kembali ke Sulawesi Tengah, Dirjen KI Hermansyah Siregar Beri Arahan Penguatan Kekayaan Intelektual

Menurut Taufik, momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi keluarga besar MAN 2 Kota Palu untuk memperkuat keimanan, kepedulian sosial, persaudaraan, serta semangat kebangsaan.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Kita harus terus membangun kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mempersiapkan generasi muda yang memiliki ketangguhan, baik secara spiritual maupun dalam menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi Ikatan Alumni MAN 2 Kota Palu yang telah menggagas kegiatan tersebut dalam rangkaian Milad ke-51 dan Reuni Akbar MAN 2 Kota Palu.

Baca Juga: Kembali ke Sulawesi Tengah, Dirjen KI Hermansyah Siregar Beri Arahan Penguatan Kekayaan Intelektual

Menurutnya, kegiatan seperti itu memiliki nilai penting dalam mempererat silaturahmi antara alumni, guru, tenaga kependidikan, dan siswa.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mempererat silaturahmi antara alumni, guru, tenaga kependidikan, dan para siswa. Mudah-mudahan momentum Milad ke-51 ini semakin memperkuat ikatan kekeluargaan dan kontribusi keluarga besar MAN 2 Kota Palu bagi masyarakat,” tuturnya.

Dzikir dan munajat dalam kegiatan tersebut dipimpin Ustadz Muh. Idhan, yang merupakan alumni MAN 2 Kota Palu angkatan 2005.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Para peserta mengikuti rangkaian dzikir dan doa bersama dengan penuh kekhusyukan.

Baca Juga: HUT ke-77 GKST Efrata Peonea, Bupati Morut Ajak Jemaat Jadi Berkat

Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kembali semangat kebersamaan di antara keluarga besar MAN 2 Kota Palu.

Ketua Panitia Milad ke-51 dan Reuni Akbar MAN 2 Kota Palu, Abd. Jalil, mengatakan Dzikir Akbar dan Munajat Kebangsaan merupakan salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan Milad dan Reuni Akbar MAN 2 Kota Palu Tahun 2026.

Kegiatan tersebut turut diikuti sejumlah siswa Islamic Boarding School MAN 2 Kota Palu. Mereka bersama-sama mengikuti rangkaian dzikir dan munajat kebangsaan.

Baca Juga: Morut Borong Empat Penghargaan Pendidikan 2026

Melalui kegiatan itu, keluarga besar MAN 2 Kota Palu tidak hanya mengenang kembali tragedi bencana yang terjadi delapan tahun lalu, tetapi juga menguatkan nilai keagamaan, persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan.

Momentum peringatan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Palu untuk terus menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, serta bersama-sama berkontribusi membangun masa depan yang lebih baik bagi Kota Palu dan Sulawesi Tengah.***

Editor : Rina Abd Halik
Likuefaksi Dzikir Akbar Munajat Kebangsaan palu gempa Palu