RADAR PALU — Guncangan gempa yang melanda Kota Palu pada Selasa (16/6/2026) ternyata berdampak panjang pada aktivitas persekolahan. Banyak siswa yang memilih curi start untuk mudik lebih awal ke kampung halaman karena dipicu rasa cemas dan trauma mendalam.
Pantauan langsung di lapangan pada Kamis (18/6/2026) menunjukkan geliat aktivitas sekolah sebenarnya sudah mulai kembali seperti semula. Namun, suasana di beberapa sekolah, termasuk SMK Bina Potensi (Bipo) Palu, tampak jauh lebih sepi dari biasanya.
Hanya terlihat beberapa siswa yang masih bertahan dan berkumpul di laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Para siswa ini mengaku tetap masuk sekolah karena mematuhi imbauan resmi, apalagi mereka memang berdomisili asli di Kota Palu.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa 7 Hari, Empat Daerah Masuk Wilayah Terdampak
Situasi ini pun dikonfirmasi langsung oleh Kepala Sekolah SMK Bipo Palu, Drs. Asrul Nagaula. Saat ditemui di ruang kerjanya, ia tidak menampik bahwa ruang-ruang kelas mendadak kosong karena para murid memilih pulang kampung pasca-gempa.
“Anak-anak mestinya sekolah seperti biasanya, tapi memang sudah banyak yang pulang kampung karena gempa kemarin,” ujarnyanya.
Kondisi psikologis yang belum stabil pasca-bencana diduga kuat menjadi alasan utama para orang tua bergegas membawa anak-anak mereka keluar dari area perkotaan. Padahal, agenda semesteran sekolah sebenarnya masih berjalan dan membutuhkan kehadiran fisik para siswa.
Meski kondisi kelas sepi, Asrul memastikan agenda akademik tidak boleh lumpuh total. Asrul membeberkan bahwa sekolah saat ini sedang berkejaran dengan waktu untuk merampungkan agenda akhir semester genap.
Sesuai jadwal yang sudah disusun, SMK Bipo Palu akan tetap melaksanakan pembagian rapor akhir tahun ajaran pada tanggal 19 Juni esok hari. Momentum ini sangat krusial untuk menentukan kelanjutan studi para siswa ke tingkat yang lebih tinggi.
"Kembali semula, tinggal menunggu edaran lagi. Kalau misalnya tidak ada edaran, besok sudah mulai kembali normal," jelas Asrul terkait operasional sekolah setelah sempat dialihkan ke sistem daring sementara waktu.
Menghadapi situasi pelik ini, Asrul menaruh harapan besar kepada seluruh ekosistem sekolah, terutama para wali murid. Ia sangat berharap kondisi psikologis masyarakat bisa segera membaik agar agenda sekolah berjalan seperti semula.
Ia juga membeberkan pada tanggal 19 Juni nanti sekolah akan mengadakan pembagian rapor. Ia berharap baik siswa maupun wali atau orang tua murid sudah cukup pulih oleh trauma gempa sehingga siswa bisa kembali dengan tenang ke sekolah.***
Editor : Muhammad Awaludin