RADAR PALU - Gempuran gadget bikin minat baca remaja zaman sekarang anjlok drastis. Menyikapi fenomena ini, SMPN 16 Palu mengambil langkah berani dengan menerapkan program wajib literasi ketat berbasis jurnal evaluasi. Langkah ini diambil demi menyelamatkan masa depan siswa yang mulai malas menyentuh buku akibat terlalu asyik bermain handphone (HP) setiap hari.
"Targetnya itu membudayakan anak-anak bisa membaca, karena pengaruh HP ini, mereka sudah tidak tertarik untuk membaca. Buku paket saja sudah susah untuk mereka bawa, untuk mereka baca," ujar Wakasek Kurikulum SMPN 16 Palu, Mulsifrah, Kamis (4/6/2026).
Pihak sekolah memutar otak agar 1.000 lebih koleksi buku cerita di perpustakaan tidak nganggur dan berdebu. Strateginya, setiap siswa wajib membaca dan menuliskan progresnya di sebuah jurnal khusus. Bukan sekadar formalitas, jurnal ini dipantau berkala dan dilaporkan langsung ke meja kepala sekolah untuk dievaluasi total.
Baca Juga: Pentas Seni SMP Al-Azhar Palu Sukses Lewat Kerja Keras Siswa Sendiri
"Jurnalnya itu ditulis, apa buku cerita, judul bukunya, sudah sampai ke mana, kesimpulan bukunya itu bagaimana? Setiap anak begitu, dari wali kelasnya, laporannya ke kepala sekolah," kata Mulsifrah.
"Ke sebulan sekali (dievaluasi), siapa yang sudah selesai ini buku ini, targetnya berapa hari. Karena buku yang dibaca anak kan beda, lembaran halamannya kan beda-beda," sambungnya.
Uniknya, ketertarikan siswa SMPN 16 Palu ternyata bergeser. Mereka mulai bosan dengan buku fiksi dan beralih ke buku bertema sains serta ensiklopedia tokoh dunia.
"Kalau yang tertarik itu buku tentang sains, seperti ensiklopedia, buku-buku tentang ilmuwan itu. Ada lima puluhan persenlah ketertarikan mereka di jenis buku sains," sebutnya.
Baca Juga: O2SN SMP Tingkat Kabupaten Parimo 2026 Resmi Dibuka
Guna mendukung program ini, sekolah juga menerapkan aturan tegas soal penggunaan HP. Siswa dilarang keras memegang HP selama jam pelajaran, kecuali ada instruksi langsung dari guru.
"Pada saat anak-anak masuk di sini, itu ada box yang sana, (HP) dititip situ per kelas itu. Kalau guru mau menggunakan HP silahkan ambil, setelah selesai digunakan, taruh ulang ke situ, nanti pulang baru diambil kembali," tegas Mulsifrah.
Langkah ini diambil demi meningkatkan minat baca siswa serta menjaga konsentrasi belajar. ***
Editor : Muhammad Awaludin