Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Heboh Bazar SMKN 1 Palu, Harga Menu Tembus Rp150 Ribu, Siswa Mengaku Kesulitan Menjual

Ade Safitri • Senin, 25 Mei 2026 | 17:01 WIB
Tampak depan SMKN 1 Palu yang menjadi lokasi pelaksanaan bazar kewirausahaan. Kegiatan tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah menu makanan dijual dengan harga mencapai ratusan ribu rupiah. (Foto: Ade Safitri/Radar Palu)
Tampak depan SMKN 1 Palu yang menjadi lokasi pelaksanaan bazar kewirausahaan. Kegiatan tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah menu makanan dijual dengan harga mencapai ratusan ribu rupiah. (Foto: Ade Safitri/Radar Palu)

RADAR PALU – Bazar SMKN 1 Palu menjadi perbincangan hangat setelah sejumlah menu makanan dalam kegiatan kewirausahaan sekolah dibanderol dengan harga yang dinilai cukup tinggi. Bahkan, beberapa produk dijual hingga ratusan ribu rupiah, membuat sebagian siswa mengaku kesulitan memasarkan dagangan kepada calon pembeli.

Dalam bazar SMKN 1 Palu tersebut, paket Sambal Goreng Daging dan Ayam Goreng Kecap menjadi menu yang paling menyita perhatian karena dijual seharga Rp150 ribu per mika. Selain itu, terdapat menu Duo yang dibanderol Rp100 ribu per mika, Kue Lapis Surabaya Rp160 ribu per buah, Tuna Saus Pedas Rp50 ribu per mika, Cake Zebra Rp85 ribu per buah, Moo-Moo Cake Rp75 ribu per buah, serta Tart Coklat Rp55 ribu per buah. Sementara produk dengan harga terendah adalah Putu Belanda isi empat yang dijual Rp25 ribu.

Harga tersebut jauh berbeda dibandingkan bazar sekolah pada tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah siswa menyebut harga makanan yang dijual biasanya berkisar antara Rp12 ribu hingga Rp40 ribu per porsi. 

Baca Juga: FLS3N SLB Sulteng 2026: Berawal dari Radio, Abid Tampil Memukau di Panggung Provinsi

Lonjakan harga yang cukup signifikan membuat para siswa yang mendapat tugas memasarkan produk merasa terkejut. Salah seorang siswa kelas X mengaku baru kali ini menemukan harga bazar sekolah yang mencapai ratusan ribu rupiah.

“Bazar mahal, sih. Biasanya juga yang mahal, tapi baru ini juga yang mahal, Kak,” ujarnya.

Menurut siswa tersebut, setiap jurusan diwajibkan menjual dua jenis produk makanan dalam kurun waktu satu minggu sejak kegiatan dimulai. Namun tingginya harga membuat proses pemasaran tidak berjalan mudah. 

Baca Juga: Pentas Seni SMP Al-Azhar Palu Sukses Lewat Kerja Keras Siswa Sendiri

 “Waktu sekarang ya, agak shock. Susah sekali itu ba jual (menjual) kayak ba tawarkan (menawarkan) temanku,” katanya.

Ia bahkan mengaku harus membeli sendiri salah satu produk yang dipasarkan agar target penjualan dapat terpenuhi.

 “Selama satu minggu baru satu terjual. Sedangkan itu saya beli sendiri karena semahal itu,” tambahnya.

Wakasek Mengaku Tidak Mengetahui Penetapan Harga

Menanggapi keluhan yang berkembang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Palu, Masrun, mengaku terkejut saat mengetahui adanya menu bazar yang dijual hingga ratusan ribu rupiah. Ia menegaskan tidak mengetahui proses penentuan harga yang diterapkan oleh jurusan penyelenggara.

Menurut Masrun, kegiatan bazar merupakan bagian dari proses pembelajaran kewirausahaan yang bertujuan melatih siswa dalam memproduksi dan memasarkan produk.

 “Kalau itu, bazar kadang-kadang begini. Ada guru yang mengajarkan kewirausahaan. Jadi salah satu bentuk kewirausahaan itu adalah misalnya bazar. Supaya nanti ke depan mereka punya keterampilan bagaimana memproduksi sesuatu dan bisa menjualnya,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Senin (25/5/2026). 

Baca Juga: PNM Mengajar Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK, Fokus pada Dunia Kerja Modern

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan terkait harga merupakan kewenangan masing-masing jurusan. 

 “Tapi untuk harga itu saya betul-betul nggak tahu. Karena itu kebijakan di masing-masing jurusan. Cuma penjualannya seperti itu wallahualam, ya. Saya betul-betul nggak tahu,” katanya.

Masrun juga mengakui harga produk pada bazar kali ini memang jauh lebih tinggi dibandingkan kegiatan praktik sebelumnya. Namun konsep serupa pernah diterapkan pada bazar ulang tahun sekolah sekitar tahun 2024 dengan sasaran guru, pegawai, dan masyarakat umum.

Guru: Sasaran Penjualan Bukan Sesama Siswa

Sementara itu, salah seorang Guru Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) SMKN 1 Palu yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa kegiatan bazar dirancang sebagai praktik kewirausahaan yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. 

Baca Juga: Restorasi Kursi Sekolah di SMKN 6 Palu Hemat Rp3 Juta

Menurutnya, siswa diajarkan mulai dari tahap perencanaan usaha, perhitungan biaya, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan secara mandiri.

“Jadi, anak-anak dibiasakan untuk bagaimana dia bisa melakukan pemasaran karena di sekolah kami ini khususnya SMK, istilahnya bisa menjual jasa, bisa menjual barang,” jelasnya.

Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang di kalangan siswa terkait target pasar bazar tersebut. Menurutnya, produk yang dijual tidak ditujukan untuk sesama siswa, melainkan menyasar guru, pegawai sekolah, dan masyarakat di luar lingkungan sekolah.

 “Tidak ada paksaan kepada siswa. Siswa mampu melakukan pemasaran itu lebih bagus karena itu berkaitan dengan pembelajaran. Jadi, tidak dipaksakan siswa yang harus mengambil (membeli) dalam hal ini,” pungkasnya.

Ramainya perbincangan mengenai harga menu dalam bazar kewirausahaan SMKN 1 Palu memunculkan berbagai tanggapan dari kalangan siswa maupun masyarakat. Di satu sisi, kegiatan tersebut dinilai penting untuk membekali siswa dengan pengalaman berwirausaha. Namun di sisi lain, penetapan harga yang dianggap terlalu tinggi menjadi bahan evaluasi agar tujuan pembelajaran tetap dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi pasar yang dituju.***

Editor : Muhammad Awaludin
#SMKN1Palu #BazarSekolahMahal #BeritaPalu #JawaPosGroup #KulinerPalu