Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Cerita SDN 2 Talise Terima Siswa Disabilitas: Tak Ada Bully di Sini!

Ade Safitri • Jumat, 8 Mei 2026 | 18:36 WIB
SDN 2 Talise menerapkan konsep sekolah inklusi ramah disabilitas untuk menjamin kesetaraan hak pendidikan siswa. Ade Safitri/Radar Palu)
SDN 2 Talise menerapkan konsep sekolah inklusi ramah disabilitas untuk menjamin kesetaraan hak pendidikan siswa. Ade Safitri/Radar Palu)

 

RADAR PALU – Di tengah keterbatasan fasilitas dan anggaran, SDN 2 Talise justru membangun komitmen besar sebagai sekolah inklusi yang ramah bagi seluruh siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. 

Sekolah yang berada di kawasan hunian tetap (Huntap) Palu itu memastikan setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan tumbuh di lingkungan sekolah yang aman. 

Kepala SDN 2 Talise, Rosni mengatakan hampir di setiap jenjang kelas saat ini terdapat siswa berkebutuhan khusus dengan karakter dan kebutuhan berbeda-beda. 

Baca Juga: Bupati Delis Berharap UKW PWI Morut Lahirkan Wartawan Kompeten dan Berintegritas

Mulai dari siswa dengan gangguan bicara hingga anak yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap lingkungan belajar. 

“Aturannya harus menerima siswa seperti itu. Kami sediakan soal-soal yang sesuai dengan kesanggupannya,” ujar Rosni, Jumat (8/5/2026). 

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal metode pembelajaran, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan bebas dari perundungan. 

Baca Juga: Morowali Utara Terima Hibah Jembatan Rp51 Miliar dari Kementerian PUPR

Rosni mengaku masih ada sebagian orang tua yang belum terbuka mengenai kondisi anak saat proses pendaftaran sekolah. 

Padahal informasi tersebut penting agar guru dapat menentukan pendekatan belajar, posisi duduk, hingga pola pendampingan yang tepat bagi siswa. 

“Kadang orang tua tidak menyampaikan kondisi anak sebenarnya. Jadi guru baru mengetahui setelah proses belajar berjalan,” katanya. 

Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya memberikan pendekatan yang lebih fleksibel terhadap siswa berkebutuhan khusus. 

Jika ada siswa yang sedang sulit fokus belajar di dalam kelas, guru tidak memaksakan mereka mengikuti pelajaran secara penuh. 

Sekolah justru memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan minat dan emosinya melalui aktivitas lain seperti menggambar atau berpindah sementara ke kelas yang dianggap lebih nyaman. 

Bagi Rosni, kenyamanan mental anak menjadi prioritas utama dalam proses pendidikan. 

Hal lain yang menjadi perhatian serius SDN 2 Talise adalah pencegahan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah. 

Para guru secara rutin memberikan pemahaman kepada siswa reguler agar tidak mengejek ataupun mengganggu teman-teman mereka yang memiliki kondisi berbeda. 

Baca Juga: Morowali Utara Terima Hibah Jembatan Rp51 Miliar dari Kementerian PUPR

“Alhamdulillah tidak ada bully. Kami sampaikan bahwa teman mereka ini tidak sama, jadi jangan diganggu,” jelas Rosni. 

Pendekatan tersebut perlahan membentuk lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan saling menghargai antar siswa. 

Rosni berharap SDN 2 Talise dapat menjadi contoh bahwa sekolah dengan fasilitas sederhana pun tetap bisa menghadirkan pendidikan yang manusiawi dan ramah bagi anak disabilitas. 

Ia ingin setiap anak merasa aman datang ke sekolah tanpa rasa takut, tekanan, maupun diskriminasi.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
#SDN 2 Talise #Stop Bullying #disabilitas Palu #sekolah inklusi #Pendidikan inklusif