RADAR PALU – Hari pertama Ujian Akhir Sekolah (UAS) di SDN Model Terpadu Madani Palu berjalan tanpa drama, Senin (4/5/2026).
Sebanyak 94 siswa hadir lengkap. Wajah mereka tampak tenang, bahkan optimis, meski ujian kali ini kembali menggunakan metode manual yang menuntut konsentrasi penuh.
Ketenangan itu ternyata bukan kebetulan.
Pihak sekolah sudah menyiapkan para siswa sejak jauh hari—bahkan sejak awal tahun 2026. Latihan demi latihan diberikan untuk membentuk kesiapan mental dan akademik.
Baca Juga: Simulasi: Dua Arah di Jembatan Palu Bisa Lancar atau Justru Macet
Ketua panitia sekaligus guru kelas, Marthen Ruruk, menyebut sekolah tidak ingin mengambil risiko dalam menghadapi ujian.
“Dari Januari itu sudah dipermantap. Ada les tambahan setiap pulang sekolah, seminggu empat kali untuk kelas 6,” ujar Marthen.
Persiapan yang dilakukan tidak hanya fokus pada materi pelajaran. Siswa juga dilatih memahami pola soal, menganalisis wacana, hingga membaca data agar tidak bingung saat menghadapi variasi soal dari tingkat gugus.
Baca Juga: IMIP Libatkan Petani Lokal dalam Rantai Pasok Industri, Pendapatan Kelompok Tani Tembus Ratusan Juta
Pendekatan ini dinilai penting karena sistem ujian saat ini berbeda dengan pola Ujian Nasional sebelumnya.
Menariknya, sekolah tidak hanya fokus pada siswa. Orang tua juga dilibatkan secara aktif.
Melalui mentoring rutin, pihak sekolah meminta wali murid ikut menjaga kondisi psikologis anak di rumah.
“Kami sampaikan ke orang tua, tolong dampingi anak dengan baik supaya mereka tidak gugup saat ujian,” tambahnya.
Ujian akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Harapan besar kini bertumpu pada para siswa yang telah menjalani proses panjang sejak awal tahun.
Pihak sekolah menargetkan hasil maksimal sebanding dengan usaha yang telah dilakukan.
“Harapan kami, anak-anak bisa mendapatkan nilai yang bagus dan lulus semua dengan hasil memuaskan,” tutup Marthen.***
Editor : Muhammad Awaludin