Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tangis Haru di SDN 15 Palu, Siswa Tiga Agama Wisuda Kitab Suci Bareng Orang Tua

Ade Safitri • Kamis, 30 April 2026 | 16:50 WIB
Penamatan kelas 6 sekaligus wisuda khatam kitab Weda oleh siswa-siswi Hindu SDN 15 Palu. (Ade Safitri/Radar Palu)
Penamatan kelas 6 sekaligus wisuda khatam kitab Weda oleh siswa-siswi Hindu SDN 15 Palu. (Istimewa)

RADAR PALU – Tangis haru pecah di SDN 15 Palu, Rabu (29/4/2026). Bukan sekadar kelulusan, puluhan siswa justru diwisuda karena berhasil menuntaskan hafalan dan pembacaan kitab suci mereka.

Momen ini terasa berbeda. Orang tua tak kuasa menahan air mata saat anak-anak mereka naik ke panggung, bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga pencapaian spiritual yang jarang ditemui di sekolah dasar.

Kepala SDN 15 Palu, Yusuf, mengungkapkan tradisi ini sudah menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa sejak dini. Program tersebut bahkan sudah ditanamkan sejak kelas 1. 

Baca Juga: Tak Hanya Kejar Nilai, SDN 15 Palu Beri Panggung Siswa Berkebutuhan Khusus

“Yang kami kejar bukan hanya akademik. Anak-anak harus punya bekal spiritual yang kuat saat lulus,” ujar Yusuf.

Untuk siswa Muslim, penamatan kelas 6 dirangkaikan dengan wisuda tahfidz Juz 30. Tahun ini, sebanyak 21 siswa berhasil khatam Al-Qur’an setelah mengikuti program intensif, termasuk gerakan One Day One Juz selama Ramadan.

Prosesi wisuda pun dibuat khidmat dengan sentuhan budaya lokal Palu. Siswa tampil dengan prosesi adat, lengkap dengan baki selamatan, layaknya tradisi khataman. 

Baca Juga: SDN 15 Palu 'Perangi' Botol Plastik, Kantin Dilarang Pakai Kemasan!

Di momen inilah suasana berubah menjadi emosional. Orang tua yang mendampingi anak-anak mereka tak mampu menyembunyikan rasa bangga.

“Yang paling terasa itu saat anak didampingi orang tua di panggung. Banyak yang menangis karena tidak menyangka anaknya bisa sampai di titik itu,” jelas Yusuf.

Menariknya, program ini tidak hanya berlaku bagi siswa Muslim. SDN 15 Palu juga memberikan apresiasi yang sama kepada siswa beragama Kristen dan Hindu.

Siswa Kristen yang mencapai target pembacaan Alkitab turut diwisuda di depan umum. Begitu pula siswa Hindu yang berhasil menyelesaikan pembelajaran kitab sucinya.

“Tiga agama kami akomodir. Semua tampil di panggung yang sama, didampingi orang tua. Kami ingin menunjukkan bahwa prestasi spiritual itu setara dengan akademik,” tegas Yusuf.

Setiap prosesi dilakukan bergantian, dimulai dari siswa Muslim, kemudian Hindu, dan diakhiri Kristen. Suasana tetap khidmat dan penuh penghargaan terhadap keberagaman.

Program ini berakar dari kegiatan Bina Intak, yang telah dimodifikasi menjadi rutinitas harian. Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, siswa diarahkan untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing hingga pukul 07.15 WITA. 

Baca Juga: Gebrakan Yusuf di SDN 15 Palu: Ubah Strategi Ekskul, Harumkan Prestasi

Tak hanya itu, pihak sekolah juga melakukan pendampingan khusus bagi siswa yang masih kesulitan membaca kitab suci. Pendampingan dilakukan secara intensif, terutama setiap hari Jumat.

“Kami data anak-anak yang masih belum lancar, lalu didampingi terus. Jadi saat lulus, mereka benar-benar siap, bukan hanya secara akademik tapi juga spiritual,” tambahnya.

Hasilnya mulai terlihat. Untuk siswa Hindu misalnya, tahun ini ada tiga siswa yang berhasil menembus kompetisi literasi keagamaan hingga tingkat provinsi dan nasional.

Sekolah pun memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk berkembang sesuai minat dan keyakinan mereka.

“Inilah yang ingin kami bangun. Sekolah yang tidak hanya mengajar, tapi juga merayakan keberagaman dan prestasi secara bersamaan,” tutup Yusuf.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Wisuda kitab suci #Pendidikan toleransi #SDN 15 Palu #pendidikan indonesia #kota palu