Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Di Balik Ribuan Ijazah, Rektor Ini Menyisipkan Doa untuk Setiap Lulusan

Muhammad Awaludin • Rabu, 29 April 2026 | 17:14 WIB
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid mengungkapkan tradisi yang sarat doa bagi lulusan. (Instagram)
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid mengungkapkan tradisi yang sarat doa bagi lulusan. (Instagram)

 

RADAR PALU - Di tengah arus digitalisasi administrasi kampus, Fathul Wahid justru bertahan pada cara yang dianggap “kuno”: tanda tangan basah. Namun di balik pilihan itu, tersimpan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar formalitas. 

Selama hampir delapan tahun memimpin Universitas Islam Indonesia (UII), ia konsisten menandatangani langsung setiap ijazah dan transkrip kelulusan. Bukan karena menolak teknologi, melainkan karena ada ruang yang ingin ia jaga—ruang untuk berdoa. 

Bagi Fathul Wahid, setiap goresan tinta di atas ijazah bukan sekadar legalitas akademik. Di sana, ia menyelipkan harapan agar para lulusan diberi kemudahan dalam menjalani hidup, baik di dunia maupun di akhirat. 

Baca Juga: Sarifuddin Sudding Soroti 16 Kg Narkoba Lolos dari Bandara Asal, Minta Aparat Bongkar Jaringan Besar

“Setiap saya tanda tangan, saya sempatkan membaca doa. Itu yang tidak bisa digantikan oleh tanda tangan elektronik,” ungkapnya, dalam sambutan pada momen wisuda di hadapan mahasiswanya. 

Ia menilai, dalam dunia pendidikan, perhatian pada mahasiswa sering kali berhenti pada penilaian akademik. Sementara aspek spiritual—seperti mendoakan—kerap terabaikan. 

“Sering kali dosen atau guru sibuk menyalahkan, tapi lupa mendoakan,” katanya. 

Baca Juga: Sulteng Peringkat Tiga Peredaran Narkoba Nasional, Sarifuddin Sudding Serukan Peran Sekolah dan Keluarga

Karena itu, ia menciptakan satu doa sederhana yang ia wiridkan secara konsisten, termasuk saat menandatangani dokumen kelulusan. Doa itu berisi harapan agar seluruh mahasiswa diberikan kemudahan dalam segala urusan kehidupan. 

Tradisi tersebut mencapai momen terakhirnya pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026. Mulai 1 Juni 2026, jabatan rektor akan diserahkan kepada pimpinan baru, menandai berakhirnya kebiasaan yang telah menjadi ciri khas kepemimpinannya. 

Bagi ribuan alumni, mungkin tanda tangan itu hanya terlihat sebagai formalitas. Namun tanpa banyak yang tahu, setiap ijazah yang mereka terima pernah disentuh doa—sebuah pesan sunyi yang ikut mengiringi langkah mereka setelah lulus.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Wisuda 2026 #Human Interest #Rektor UII #dunia kampus #pendidikan indonesia