RADAR PALU – Stigma sekolah favorit hanya untuk siswa berprestasi akademik perlahan dipatahkan di SDN 15 Palu. Di bawah kepemimpinan Yusuf, sekolah ini justru membuka ruang luas bagi semua anak, termasuk siswa berkebutuhan khusus, untuk berkembang tanpa diskriminasi.
Sejak menjabat pada Januari 2024, Yusuf mengubah pendekatan manajemen sekolah. Ia menegaskan, pendidikan tidak bisa hanya berfokus pada siswa “reguler”, tetapi harus mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan dan karakter setiap anak.
“Tidak bisa kita hanya mengakomodir anak-anak normal saja. Ada anak-anak yang punya kebutuhan khusus dan kespesialan sendiri. Kami hadir untuk mereka juga,” tegas Yusuf, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Gebrakan Yusuf di SDN 15 Palu: Ubah Strategi Ekskul, Harumkan Prestasi
Pendekatan inklusif ini bukan sekadar konsep. Di SDN 15 Palu, siswa berkebutuhan khusus justru diberi ruang tampil, termasuk dalam berbagai ajang perlombaan. Sekolah memilih memberi panggung, bukan menyembunyikan.
Langkah tersebut diperkuat dengan asesmen psikolog yang difasilitasi dinas terkait. Tujuannya, memastikan kondisi emosional siswa tetap terjaga selama proses belajar berlangsung.
Menurut Yusuf, tantangan terbesar dalam sistem inklusi adalah mengelola keberagaman. Namun, ia melihat perbedaan sebagai kekuatan, bukan hambatan.
Baca Juga: SDN 15 Palu 'Perangi' Botol Plastik, Kantin Dilarang Pakai Kemasan!
“Sekolah itu memang heterogen. Dari situ pasti ada gesekan, tapi justru itu yang harus kita kelola bersama. Guru juga harus kompak, kerja tim,” ujarnya.
Dengan status sebagai sekolah model dan favorit, SDN 15 Palu kini berupaya menjaga keseimbangan antara prestasi akademik, non-akademik, serta pembiasaan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah.
Bagi Yusuf, tujuan utamanya sederhana: memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, mendapat kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berprestasi.***
Editor : Muhammad Awaludin