Kepala Sekolah SD Inpres 1 Tanamodindi, Elfian, menekankan bahwa tidak ada syarat khusus bagi anak disabilitas untuk bersekolah di tempatnya. Baginya, semua anak memiliki hak pendidikan yang setara, Selasa (28/4/2026).
"Pendekatannya butuh kasih sayang lebih. Kadang harus didekap, dipeluk-peluk dulu supaya mereka merasa nyaman," ujar Elfian dengan nada lembut.
Baca Juga: Kepsek SD Inpres 1 Tanamodindi 'Turun Gunung', Pantau Langsung TKA!
Elfian memiliki pengalaman panjang menghadapi siswa berkebutuhan khusus. Ia percaya setiap anak memiliki porsi kemampuan yang sudah digariskan Tuhan. Ada yang cepat menangkap pelajaran, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama.
Di sekolahnya, terdapat siswa yang memiliki keterlambatan bicara hingga hambatan pemahaman. Namun, Elfian melarang para guru untuk memaksakan standar yang sama dengan anak normal.
"Kita ini guru sekaligus psikolog. Harus kenal karakter anak. Allah sudah kasih porsi masing-masing, tidak bisa kita paksa si A harus sama pintarnya dengan si B," ungkapnya.
Baca Juga: Air Mata di Balik Medali, Siswa SDN 24 Palu Borong Juara
Sentuhan humanis ini jugalah yang membuat SD Inpres 1 Tanamodindi menjadi primadona saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Tahun lalu, pendaftar membeludak hingga lebih dari 100 orang, meski kuota yang tersedia hanya untuk dua kelas.
"Masyarakat banyak yang mau masuk sini. Sampai saya bingung karena aturan satu ruangan hanya boleh 28 siswa. Kita prioritaskan yang tinggalnya paling dekat dengan sekolah," tutup Elfian.***
Editor : Muhammad Awaludin