Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Prof. Husnah Dikukuhkan Guru Besar Untad, Soroti Peran Keuangan sebagai Kunci Keberlanjutan Global

Talib • Rabu, 15 April 2026 | 16:32 WIB
Prof. Husnah resmi jadi Guru Besar Untad, tekankan keuangan sebagai pemicu utama keberlanjutan di tengah krisis global.Prof. Husnah resmi jadi Guru Besar Untad, tekankan keuangan sebagai pemicu utama keberlanjutan di tengah krisis global.

RADAR PALU — Prof. Dr. Hj. Husnah resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Akuntansi Manajemen di Universitas Tadulako, Rabu (15/4/2026).

 

 Dalam orasi ilmiahnya, ia menekankan bahwa keputusan keuangan kini menjadi faktor kunci dalam mendorong keberlanjutan global di tengah ketidakpastian geopolitik.

 

Dalam pidato bertajuk “Financial Trigger Menuju Sustainability Global di Era Geopolitik”, Husnah mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah berada dalam situasi polycrisis, yakni kondisi di mana berbagai krisis terjadi secara bersamaan—mulai dari energi, konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga instabilitas ekonomi.

Baca Juga: Haul Ince Ami Kembali Digelar, Keluarga Kenang Peran Besar Pendamping Guru Tua

“Kondisi ini menciptakan tekanan besar terhadap sistem ekonomi global, termasuk meningkatnya volatilitas pasar dan risiko sistemik,” ujarnya di hadapan sivitas akademika.

 

Menurutnya, ketergantungan terhadap energi impor menjadi salah satu ancaman serius yang dapat membebani keuangan negara dalam jangka panjang jika tidak diantisipasi secara strategis.

 

Husnah menegaskan, peran keuangan saat ini telah bergeser secara fundamental. 

Baca Juga: Guru Besar UI Tegaskan Jawa Pos Tidak Melakukan Perbuatan Melawan Hukum, Dalil Dahlan Iskan Terbukti Keliru

“Keuangan tidak lagi sekadar alat pencatatan, tetapi telah menjadi pemicu utama keberlanjutan,” katanya.

 

Ia kemudian memperkenalkan konsep financial trigger toward sustainability, yakni gagasan bahwa kebijakan dan keputusan keuangan merupakan titik awal dalam transformasi menuju pembangunan berkelanjutan.

 

 Konsep ini mencakup berbagai instrumen seperti kebijakan fiskal progresif, investasi hijau, pembiayaan berbasis ESG, hingga obligasi hijau.

Baca Juga: Besaran Anggaran Gaji P3K dan ASN Pemkab Parimo Capai Triliunan, 941 P3K Formasi 2024 Terima SK Pengangkatan, Terbanyak Guru

Dalam paparannya, Husnah juga mengaitkan pentingnya pengelolaan sumber daya melalui pendekatan Resource-Based View (RBV), yang menekankan bahwa keunggulan kompetitif ditentukan oleh kemampuan organisasi mengelola sumber daya yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak tergantikan.

 

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar melalui potensi energi terbarukan seperti surya, air, dan biomassa. 

 

Namun, tantangan utamanya terletak pada bagaimana mengelola potensi tersebut menjadi kekuatan finansial yang berkelanjutan.

Baca Juga: Langkah Strategis Rektor UNTAD Tingkatkan Kualitas dan Jumlah Guru Besar

Lebih lanjut, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kinerja keuangan organisasi sangat dipengaruhi oleh integrasi sumber daya berwujud dan tidak berwujud, dinamika lingkungan, serta strategi kompetitif.

 

 Integrasi tersebut bahkan mampu menjelaskan lebih dari 80 persen variasi kinerja keuangan.

 

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai instrumen legitimasi sosial sekaligus penghubung antara profitabilitas dan risiko.

Baca Juga: FKIP Untad Kembali Sumbang Guru Besar

Dalam kesimpulannya, Husnah menyebut keberlanjutan harus dibangun di atas tiga pilar utama, yakni kekuatan finansial, kapabilitas organisasi, dan tanggung jawab strategis.

 

 Ketiganya, menurut dia, harus terintegrasi agar mampu menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

 

Sebagai rekomendasi, ia mendorong penguatan kebijakan berbasis financial trigger, optimalisasi sumber daya lokal, peningkatan investasi berkelanjutan, serta pembangunan sistem ekonomi yang adaptif dan tangguh.

Baca Juga: Di Era Persaingan Kemenag Dorong UIN Palu Akselerasi Guru Besar

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Husnah sekaligus kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu akuntansi manajemen yang relevan dengan tantangan global saat ini. ***

Editor : Talib
#Guru Besar Untad #Prof Husnah #Akuntansi Manajemen #Keuangan Global #Sustainability Communications Award