RADAR PALU - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi mengakui kekurangan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai terjadi di sejumlah daerah. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah menyiapkan formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru yang fokus pada tenaga pengajar SMK.
Krisis ketersediaan guru SMK kini menjadi perhatian serius. Disdik memastikan langkah cepat sedang disusun agar kekosongan tenaga pendidik tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Kepala Disdik Provinsi, Firmanza, mengatakan pihaknya tengah melakukan pemetaan kebutuhan secara detail, baik di tingkat organisasi maupun satuan pendidikan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Perempatan Zebra Palu, Seorang Guru Meninggal Dunia
“Dilihat dari kebutuhan organisasi dan satuan pendidikan. Kita sebar guru sesuai kebutuhan. Sekarang ini memang sedang kita susun, terutama untuk guru SMK yang mulai jarang,” ujar Firmanza, Rabu (8/4/2026).
Firmanza menegaskan, distribusi guru nantinya akan berbasis data agar tidak terjadi penumpukan di satu wilayah dan kekosongan di wilayah lain.
Pemetaan ini juga menjadi dasar dalam menentukan prioritas penempatan guru baru, khususnya di daerah yang paling membutuhkan.
Baca Juga: Transformasi Pendidikan 2026, Guru Didorong Melek AI
Sebagai solusi jangka pendek, Disdik bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah mengusulkan penambahan formasi PNS untuk guru SMK.
“Alhamdulillah kita akan dapat formasi PNS. Kita perbanyak untuk guru SMK. Daftar kebutuhan sudah ada, tinggal dilihat mana yang bisa dipenuhi lebih dulu. Sudah kita usulkan ke BKD,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menutup kekurangan guru sekaligus menjaga kualitas pendidikan vokasi, yang menjadi kunci dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai, termasuk di daerah seperti Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin