Bantuan ribuan buku ini menambah koleksi strategis di Perpustakaan Untad.
Sebagian besar berisi pemikiran dan kebijakan Presiden Tiongkok Xi Jinping, termasuk seri The Governance of China.
Selain itu, terdapat literatur tentang ekonomi, hubungan internasional, teknologi, hingga tata kelola pemerintahan.
Rektor Untad, Prof Amar, menyebut hibah ini sebagai langkah penting dalam memperkaya sumber belajar.
Baca Juga: Mahasiswa Untad “Diuji” Hadapi Bencana, Tim SAR Palu Turun Tangan Beri Simulasi Nyata
“Buku-buku ini dapat menjadi sumber dan bahan literasi bagi kita,” ujarnya.
Menurutnya, koleksi ini membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami model pembangunan alternatif di luar paradigma Barat.
Literatur tersebut juga relevan untuk riset ekonomi pembangunan, kebijakan publik, hingga studi kawasan Asia.
Dorong Analisis Pembangunan
Kehadiran buku-buku ini memungkinkan analisis komparatif antara model pembangunan Tiongkok dan Indonesia.
Terutama dalam isu industrialisasi, pengelolaan sumber daya alam, dan pembangunan daerah.
Baca Juga: SP-1 Dekan FH Untad Disorot, Isu Pilrek 2026 MencuatT
Model Tiongkok dikenal mengedepankan stabilitas politik, efisiensi birokrasi, dan perencanaan berbasis data.
Target Koleksi Mandarin Terbesar
Rektor berharap koleksi ini dimanfaatkan optimal oleh civitas akademika dan masyarakat.
Ia juga menilai Untad berpotensi menjadi salah satu kampus dengan koleksi buku berbahasa Mandarin terbesar di Indonesia.
Seluruh koleksi kini dapat diakses di Perpustakaan Universitas Tadulako.***
Editor : Muhammad Awaludin