RADAR PALU – SMA Al-Azhar Mandiri Palu kembali menunjukkan dominasinya dalam persaingan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sebanyak 42 siswa berhasil lolos melalui jalur prestasi ke sejumlah kampus ternama di Indonesia.
Data yang dihimpun, para siswa diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).
Rinciannya, 4 siswa diterima di UI, 1 di ITB, 1 di UGM, serta 2 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Selain itu, 13 siswa lolos ke Universitas Hasanuddin (Unhas) dan 18 lainnya diterima di Universitas Tadulako (Untad).
Baca Juga: Tak Pelit Ilmu, SMA Al-Azhar Palu Bantu Sekolah Lain Berprestasi
Sisanya tersebar di sejumlah kampus lain seperti Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), UPN Veteran Jawa Timur, hingga Universitas Brawijaya.
Menariknya, para siswa tidak hanya memilih kampus favorit, tetapi juga jurusan strategis dengan prospek tinggi.
Sebanyak 15 siswa diterima di rumpun kesehatan seperti kedokteran, farmasi, dan psikologi. Sementara 15 siswa lainnya masuk ke bidang teknik.
Adapun sisanya tersebar di jurusan seperti Hubungan Internasional, Ilmu Aktuaria, hingga Desain Interior.
Baca Juga: Tanpa Pelatih Luar, Siswa Al-Azhar Palu Tembus IMO
Kepala SMA Al-Azhar Mandiri Palu, Arafat, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari optimalisasi dana BOS dan BOS Prestasi yang digunakan untuk pembinaan intensif siswa.
“Sebenarnya kita maksimalkan dari dana BOS dan BOS prestasi untuk pembimbingan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Namun, menurutnya, faktor paling menentukan bukan pada fasilitas, melainkan kualitas tenaga pendidik.
“Sekolah itu gurunya. Bukan fasilitas, itu nomor dua,” tegasnya.
Arafat menegaskan, seluruh pembimbing berasal dari guru internal sekolah, tanpa melibatkan tenaga pengajar dari luar.
Untuk menjaga kualitas, pihak sekolah rutin meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan menghadirkan pakar.
“Yang membimbing itu guru-guru kita sendiri. Ini kekuatan kita,” katanya.
Baca Juga: Seleksi SMA Al-Azhar Palu Dijamin Bebas Titipan
Lebih jauh, Arafat menyebut budaya prestasi menjadi pembeda utama SMA Al-Azhar dengan sekolah lain.
Menurutnya, prestasi bukan sekadar pencapaian, melainkan strategi untuk membuka peluang siswa masuk ke kampus impian.
“Prestasi adalah budaya sekolah. Itu yang membuat siswa kita lebih mudah dilirik kampus besar,” jelasnya.
Ia menegaskan, prestasi bukan sekadar untuk citra, tetapi sebagai bekal masa depan siswa.***
Editor : Muhammad Awaludin