RADAR PALU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu terus memperkuat penerapan pembelajaran berbasis digital di lingkungan sekolah. Hingga saat ini, lebih dari 40 sekolah di Kota Palu telah mengadopsi sistem tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, saat menghadiri peresmian gedung baru TK PAUD Al Huffadz di Jalan Sekunder pada Minggu (5/4/2026). Ia menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah kota melalui program Smart Education yang diinisiasi Wali Kota Hadianto Rasyid.
Baca Juga: Digitalisasi Jadi Andalan SDN 5 Palu Tingkatkan Mutu Pendidikan
Menurut Hardi, upaya percepatan transformasi digital dilakukan melalui kolaborasi dengan Google Indonesia yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.
“Pembelajaran berbasis digital terus kita dorong. Guru-guru sudah dilatih memanfaatkan berbagai fitur seperti Google Docs hingga Gemini AI. Saat ini sudah lebih dari 40 sekolah yang mengikuti pelatihan tersebut,” ujar Hardi.
Ia menyebut sejumlah sekolah yang telah mulai menerapkan sistem tersebut di antaranya SDN 5, SD Inpres 1 Lolu, serta beberapa SMP seperti SMP 2, SMP 4, dan SMP 18. Kondisi ini dinilai mencerminkan tingginya antusiasme para tenaga pendidik dalam mengikuti perkembangan teknologi.
Baca Juga: SDN 22 Palu Gelar Pesantren Kilat Berbasis Digital, 336 Siswa Ikut
Namun demikian, penerapan pembelajaran digital masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana seperti perangkat Chromebook. Karena itu, pengembangannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Target kita sebanyak-banyaknya sekolah bisa menerapkan pembelajaran digital. Namun tentu harus didukung fasilitas yang memadai. Kita tetap optimistis karena semangat guru-guru untuk maju sangat tinggi,” jelasnya. (mg1)
Editor : Nur Soima Ulfa