RADAR PALU - SMAN 1 Palu menegaskan pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 akan bebas dari praktik “siswa titipan” dengan mengandalkan sistem seleksi online yang transparan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Palu, Budiono, memastikan komitmen sekolah dalam menjaga integritas proses seleksi.
Menurutnya, SPMB SMAN 1 Palu tanpa titipan sudah terbukti berjalan dalam dua tahun terakhir.
“Selama 2 tahun ini alhamdulillah tidak ada siswa titipan. Karena online,” ujarnya saat ditemui, Senin (30/3/2026).
Budiono menjelaskan, penerapan sistem digital menjadi kunci utama dalam menutup celah praktik titipan.
Dengan mekanisme seleksi berbasis data dan verifikasi dokumen, peluang intervensi pihak luar bisa diminimalkan.
SPMB SMAN 1 Palu tanpa titipan menjadi komitmen yang terus dijaga agar proses berjalan adil bagi semua calon siswa.
Ia mengakui, sebelum sistem online diterapkan, sempat terjadi polemik terkait dugaan kecurangan dalam penerimaan siswa.
Bahkan, persoalan tersebut pernah memicu aksi protes hingga ke Gedung Utama Pemprov (GUP).
Namun, sejak sistem diperbaiki, proses seleksi dinilai lebih transparan dan akuntabel.
Meski demikian, sekolah belum bisa merinci teknis pelaksanaan SPMB SMAN 1 Palu tanpa titipan tahun ini.
Pihak sekolah masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah.
“Gini, kami selama ini bergerak setelah ada edaran dan juknis. Jadi, saya belum bisa memberikan penjelasan,” kata Budiono.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Palu mengusulkan 15 rombongan belajar.
Dengan kapasitas 36 siswa per kelas, total daya tampung mencapai 540 siswa.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen atau 162 kursi dialokasikan melalui jalur prestasi.
Sekolah juga mengingatkan calon peserta agar menyiapkan dokumen sesuai jalur yang dipilih.
Kelengkapan berkas menjadi faktor penting dalam proses seleksi berbasis sistem online.
Budiono menegaskan, ketidaksesuaian dokumen dapat berpotensi menggugurkan peluang calon siswa.
Dengan sistem yang semakin transparan, SPMB SMAN 1 Palu tanpa titipan diharapkan mampu menghadirkan proses seleksi yang adil dan dipercaya masyarakat.***
Editor : Muhammad Awaludin