RADAR PALU - Menjelang tahun ajaran 2026/2027, SD Inpres 2 Tanamodindi mulai mematangkan pelaksanaan PPDB. Sekolah ini membuka kuota 56 siswa dan menegaskan komitmen sebagai sekolah inklusi.
SD Inpres 2 Tanamodindi yang berlokasi di Jalan Nggoriovala, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, akan membuka dua rombongan belajar (rombel) pada PPDB tahun ini.
Total kuota yang disiapkan mencapai 56 siswa untuk tahun ajaran baru 2026/2027.
Meski masih menunggu petunjuk teknis resmi, pelaksanaan PPDB SD Tanamodindi dipastikan tetap menggunakan jalur zonasi dan afirmasi.
Kepala SD Inpres 2 Tanamodindi, Isnaeni, menegaskan sekolahnya tidak menolak siswa berkebutuhan khusus (ABK).
Menurutnya, sebagai sekolah inklusi, semua anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan.
“Sekolah itu tidak bisa menolak. Dia harus menerima di sekolah itu. Namun, guru dan orang tuanya juga harus bekerja sama,” ujarnya.
Saat ini, SD Inpres 2 Tanamodindi telah memiliki beberapa siswa dengan kebutuhan khusus kategori ringan. Di antaranya keterlambatan bicara (speech delay) dan keterbatasan pemahaman atau disabilitas intelektual ringan.
Hal ini menjadi bagian dari penerapan sistem pendidikan inklusif di sekolah tersebut.
Dalam pelaksanaan PPDB SD Tanamodindi, pihak sekolah berharap orang tua dapat terbuka mengenai kondisi anak sejak awal pendaftaran.
Menurut Isnaeni, informasi tersebut sangat penting agar sekolah dapat menyiapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Transparansi dari awal dari orang tua ini kami sangat membutuhkan. Karena orang tua kadang tidak mau mengakui kondisi anaknya. Namun, sekolah tetap menerima dan berusaha tidak mengecewakan,” jelasnya.
Dengan kuota yang telah disiapkan dan komitmen inklusi yang kuat, PPDB SD Tanamodindi diharapkan mampu menjangkau lebih banyak siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus, untuk mendapatkan pendidikan yang layak.***
Editor : Muhammad Awaludin