RADAR PALU - Prestasi membanggakan diraih SMPN 7 Palu setelah berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional pada awal 2025. Penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus tantangan untuk terus menjaga komitmen terhadap lingkungan.
Sebagai sekolah Adiwiyata, SMPN 7 Palu menerapkan berbagai kebijakan ramah lingkungan, salah satunya aturan ketat bebas plastik sekali pakai. Kebijakan tersebut dijalankan sesuai Peraturan Wali Kota Palu Nomor 14 tentang pengurangan penggunaan plastik.
Kepala SMPN 7 Palu, Rahmawati, mengatakan aturan tersebut berlaku bagi seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru hingga tenaga tata usaha.
"Di sekolah kami tidak menggunakan plastik sekali pakai, baik di kantin, siswa, guru maupun TU. Kami juga menjalankan program sarapan buah," ujar Rahmawati.
Selain kebijakan bebas plastik, sekolah juga menjalankan program PEJAS atau Pemberian Jajanan Aman Sehat. Program tersebut bertujuan memastikan siswa mendapatkan makanan sehat sekaligus membiasakan pola hidup ramah lingkungan.
Tak hanya unggul dalam program lingkungan, siswa SMPN 7 Palu juga mencatat berbagai prestasi di tingkat daerah hingga nasional. Berbagai piagam kejuaraan berhasil diraih, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Meski demikian, Rahmawati menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kota Palu dan Dinas Pendidikan agar memberikan dukungan lebih bagi sekolah yang berprestasi, khususnya terkait kebutuhan operasional saat siswa atau guru menerima penghargaan di luar daerah.
Ia mencontohkan ketika pihak sekolah harus berangkat ke Jakarta untuk menerima penghargaan tingkat nasional. Saat itu, sekolah harus mencari donatur secara mandiri untuk membiayai perjalanan.
"Waktu kami mengambil piagam ke Jakarta sebagai juara nasional, kami harus mencari donatur sendiri. Kalau sekolah mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah, tentu kami tidak akan mengalami kesulitan seperti itu," tuturnya.
Rahmawati juga berharap adanya regulasi atau dukungan dana pendamping di luar Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya untuk memberikan apresiasi kepada guru pembimbing yang selama ini mendampingi siswa meraih prestasi.
Menurutnya, peran guru pembimbing sangat penting dalam mengembangkan potensi siswa. Namun sering kali para guru tidak mendapatkan dukungan insentif yang memadai.
"Kadang suara hati guru, 'Ibu mendampingi, mana honornya?'. Kami berharap ada dukungan dana lain dari dinas agar bakat anak-anak bisa terus terwadahi," pungkasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin