RADAR PALU - Sekolah mulai membaca ulang kemampuan dasar siswanya. Di SMPN 14 Palu, pemetaan dilakukan langsung di kelas untuk memastikan siswa tidak kehilangan fondasi belajar di tengah kemudahan teknologi.
Langkah itu diambil setelah sekolah melihat tanda-tanda sebagian siswa lebih cepat mencari jawaban lewat gawai dibanding memahami prosesnya.
Kepala SMPN 14 Palu, Bahrija, turun langsung ke ruang kelas saat ada jam pelajaran kosong, Selasa (24/2). Ia memanfaatkan momen itu untuk berdialog dan menguji kemampuan dasar siswa.
Beberapa pertanyaan sederhana diajukan, termasuk perkalian dasar. Hasilnya menjadi bahan evaluasi awal sekolah.
Menurut Bahrija, teknologi memang membantu proses belajar, tetapi siswa tetap perlu memiliki kemampuan dasar tanpa bergantung penuh pada alat bantu.
“Kalau setiap pertanyaan harus cari dulu di gadget, anak tidak terbiasa memahami. Kita ingin mereka tahu prosesnya,” ujarnya.
Ia mencatat masih ada siswa kelas 7 yang belum menguasai perkalian secara menyeluruh. Temuan itu kemudian diserahkan kepada guru matematika untuk menjadi dasar penguatan pembelajaran.
Sekolah berencana menyesuaikan metode pendampingan agar siswa lebih percaya diri menjawab soal secara mandiri.
Selain matematika, sekolah juga mendorong penguatan pengetahuan umum dan kemampuan berpikir logis. Guru diminta tidak hanya mengejar jawaban benar, tetapi juga memastikan siswa memahami alasan di balik jawaban tersebut.
“Kita ingin anak bisa menjelaskan, bukan hanya menyalin,” kata Bahrija.
Bagi sekolah, pemetaan ini menjadi langkah awal untuk memastikan proses belajar tetap seimbang antara pemanfaatan teknologi dan penguatan kemampuan dasar.
Editor : Muhammad Awaludin