RADAR PALU - Jam belajar SMA dan SMK di Sulawesi Tengah berubah mulai Ramadhan 1447 Hijriah.
Masuk lebih siang, pulang lebih cepat. Durasi tiap mata pelajaran juga dipangkas.
Penyesuaian itu dipastikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. Kebijakan ini merujuk pada SKB Tiga Menteri yang diadopsi untuk sekolah tingkat SMA dan SMK sederajat di Sulteng.
Sekretaris Disdik Sulteng, Syam Zaini, menjelaskan jadwal yang sebelumnya dimulai pukul 07.15 kini bergeser menjadi pukul 08.00.
Untuk sekolah enam hari kerja yang biasanya berakhir pukul 14.00, serta lima hari kerja hingga pukul 16.00, selama Ramadhan dipadatkan menjadi pukul 08.00 sampai 13.00.
“Pembelajarannya juga berubah. Satu jam pelajaran menjadi 30 menit dari sebelumnya 45 menit,” ujar Syam, Selasa (24/2/2026).
Artinya, waktu di kelas lebih singkat. Namun, menurut dia, bukan berarti aktivitas belajar berkurang kualitasnya.
Jam pulang pukul 13.00 diharapkan memberi ruang bagi siswa menunaikan salat zuhur berjamaah atau mengikuti kegiatan ibadah di sekolah sebelum kembali ke rumah.
Disdik juga mendorong sekolah mengisi Ramadhan dengan kegiatan bernuansa keagamaan.
Pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, atau kajian Ramadhan dipersilakan digelar sesuai kondisi masing-masing sekolah.
“Sekolah dibebaskan untuk berinovasi. Yang penting pembelajaran tetap berjalan dan ada penguatan pendidikan karakter,” katanya.
Penyesuaian ini tidak hanya menyasar siswa muslim. Sekolah diminta tetap menjaga harmonisasi dengan siswa non-muslim melalui pembinaan agama masing-masing.
Pengawasan dilakukan melalui enam Cabang Dinas wilayah. Syam mengaku sudah memantau langsung hari pertama penerapan di SMA Negeri 3 Palu.
“Berjalan baik. Laporan dari sekolah-sekolah lain juga sama,” ujarnya.
Bagi orang tua dan siswa, perubahan ini berarti ritme harian ikut bergeser selama satu bulan ke depan.***
Editor : Muhammad Awaludin