RADAR PALU - Di tengah persaingan sekolah yang makin ketat, SMK Negeri 5 Palu memilih cara berbeda.
Bukan sekadar promosi digital, sekolah ini justru membenahi diri dari dalam untuk menarik calon siswa baru.
Pelaksana Harian (Plh) SMKN 5 Palu, Wayan Agus Irawan, menyebut strategi itu sebagai penguatan “branding internal”.
Baginya, kepuasan siswa jauh lebih efektif dibanding video promosi semata.
“Ada 300 siswa sekarang. Kalau mereka nyaman, 300 mulut itu yang akan bercerita ke luar,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Sebaliknya, jika pelayanan kurang maksimal, dampaknya juga akan cepat menyebar.
Strategi ini disiapkan menghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026/2027.
Tahun lalu, jumlah pendaftar hanya sekitar 70 orang. Angka itu turun cukup jauh dari harapan sekolah.
Tahun ini, Wayan menargetkan minimal 150 siswa baru.
Menurutnya, penurunan pendaftar bukan hanya dialami SMKN 5. Sejumlah sekolah kecil dan swasta juga merasakan hal serupa.
Karena itu, pembenahan dimulai dari hal sederhana.
Gerbang sekolah ditutup tepat pukul 07.30. Guru piket diminta menyambut siswa dengan jabat tangan setiap pagi. Bahkan, pihak sekolah membantu menyeberangkan siswa dan mengingatkan pengendara yang melaju kencang di depan sekolah.
“Kita ingin mereka merasa diperhatikan,” katanya.
Di luar itu, sekolah juga mengandalkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai daya tarik.
Lapangan sepak bola berukuran 50x80 meter di belakang sekolah disiapkan untuk pertandingan rutin bersama klub lokal.
Turnamen khusus siswa kelas 9 pun dirancang sebagai ruang perkenalan sekolah kepada calon peserta didik.
“Kita ingin masyarakat tahu SMK 5 itu ada, aktif, dan punya fasilitas,” ujarnya.***
Editor : Muhammad Awaludin