RADAR PALU - Suasana jam istirahat di SDN 7 Palu hampir selalu sama. Anak-anak berlarian ke lapangan, sebagian besar langsung mengejar bola di bawah terik matahari.
Dari kebiasaan itu, pihak sekolah melihat sesuatu yang lebih dari sekadar permainan.
Selama ini, SDN 7 Palu belum dikenal lewat deretan prestasi besar. Capaian yang sempat membekas adalah Juara Harapan 1 pantomim pada ajang FLS3N dua tahun lalu.
Kini, sekolah dasar tersebut mulai mengarahkan fokus baru: sepak bola.
Kepala SDN 7 Palu, Masriati Penyami, mengatakan ide itu muncul dari pengamatan sederhana. Hampir setiap waktu istirahat, siswa laki-laki memilih bermain bola dibanding aktivitas lain.
“Saya lihat anak-anak ini kalau istirahat pasti ke lapangan. Main bola terus, walaupun panas,” ujar Masriati, Selasa (10/2/2026).
Meski guru kerap mengingatkan karena cuaca terik, antusiasme siswa tak pernah surut. Dari situ, sekolah menilai ada potensi yang bisa diarahkan secara lebih terstruktur.
Menurutnya, minat yang muncul alami justru lebih mudah dibina dibanding dipaksakan.
SDN 7 Palu pun mulai menyiapkan langkah awal. Salah seorang guru, Fahmi, disebut akan menjadi pembina ekstrakurikuler sepak bola.
Fasilitas memang belum sepenuhnya siap. Peralatan lama sebelumnya habis terbakar, sehingga pengadaan dilakukan bertahap.
Namun pihak sekolah optimistis, dengan pembinaan rutin, sepak bola bisa menjadi identitas baru sekolah.
Target awalnya sederhana: mampu bersaing di tingkat Kota Palu.
Bagi Masriati, yang terpenting bukan sekadar piala, melainkan ruang bagi siswa menyalurkan energi dan bakat secara positif.***
Editor : Muhammad Awaludin