RADAR PALU - Hamparan lahan kosong seluas dua hektare masih terbentang di belakang SMKN 5 Palu. Di tengah isu keterbatasan ruang sekolah di pusat kota, sekolah ini justru menawarkan ruang baru untuk pengembangan pendidikan.
Pihak sekolah membuka tantangan kepada Pemerintah Kota Palu agar program Pusat Keunggulan dialihkan ke kawasan tersebut.
Pelaksana Harian SMKN 5 Palu, Wayan Agus Irawan, mengatakan total luas lahan sekolah mencapai 4,8 hektare. Dari jumlah itu, sekitar dua hektare belum termanfaatkan maksimal.
Menurutnya, lahan tersebut bisa digunakan untuk pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih representatif.
“Kalau pemerintah mau membuat program pendidikan menjadi pusat keunggulan, kami terbuka. Lahan masih tersedia dua hektare,” kata Wayan, Jumat (13/2/2026).
Ia menilai, pemusatan pembangunan di area tengah kota yang lahannya semakin terbatas perlu dipertimbangkan ulang. SMKN 5, kata dia, berada di kawasan pendidikan dan memiliki ruang cukup untuk pengembangan jangka panjang.
Wayan optimistis, jika fasilitas penunjang dilengkapi, minat siswa akan mengikuti. Lokasi bukan lagi soal utama selama kualitas sarana dan pembelajaran mendukung.
“Selama itu menunjang pendidikan, saya yakin siswa akan datang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi bangunan di area belakang sekolah yang sebagian sudah tidak layak dan tertutup semak. Situasi tersebut membuat pihak sekolah harus bekerja lebih keras menarik calon peserta didik baru.
Menurutnya, tambahan fasilitas praktik dan bengkel sesuai kompetensi keahlian akan menjadi daya tarik tersendiri.
“Kalau sekolah lain cukup satu langkah, kami bisa tiga langkah. Kami hanya butuh kelengkapan sarpras untuk setiap bengkel yang dibutuhkan,” tambahnya.
SMKN 5 berharap ada perhatian serius agar potensi lahan yang ada tidak terabaikan.***
Editor : Muhammad Awaludin