RADAR PALU - Pola pengelompokan kelas di SMP Negeri 4 Palu kini berubah. Sekolah ini tak lagi mengandalkan label kelas konvensional yang seragam untuk semua siswa.
Sebagai gantinya, siswa dipetakan berdasarkan minat dan bakat, mulai dari akademik, olahraga, seni, hingga religi.
Langkah tersebut diterapkan di bawah kepemimpinan Kepala SMPN 4 Palu, Farida Batjo. Menurutnya, pengelolaan sekolah dengan jumlah siswa lebih dari seribu orang membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel.
“Sekolah besar harus di-manage dengan baik. Kami perlu memetakan kelebihan anak sejak awal,” ujar Farida, Rabu (4/2/2026).
SMPN 4 Palu kini menerapkan sedikitnya 11 penamaan kelas tematik. Di antaranya Kelas Bintang untuk siswa berprestasi olahraga, Kelas Gemilang untuk minat akademik, serta Kelas Adiwiyata bagi pencinta lingkungan.
Ada pula Kelas Digital yang difasilitasi perangkat Chromebook sebagai bagian dari persiapan menuju sekolah rujukan Google. Selain itu, tersedia Kelas Budaya, Kependudukan, Tadulako untuk kepemimpinan, Pamonte untuk seni budaya, hingga Kelas Al-Aqsa bagi siswa yang fokus pada pembinaan religi dan hafalan Alquran.
Farida menjelaskan, pemetaan siswa dilakukan sejak awal tahun ajaran. Prosesnya melalui nilai rapor, wawancara, serta identifikasi kebutuhan dan minat bakat siswa.
Mantan Kepala SMPN 1 dan SMPN 8 Palu itu menegaskan, konsep prestasi tidak semata diukur dari angka.
“Saya tidak setuju kalau anak dianggap tidak mampu hanya karena nilainya tidak 7 atau 8,” katanya.
Menurut Farida, siswa dengan karakter baik yang mampu mengembangkan potensi di bidangnya masing-masing juga layak disebut berprestasi.
“Kalau dia bisa mengenali karakternya dan menempatkannya di ruang yang tepat, itu sudah prestasi,” tegasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin