Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

SMA Otak Kanan Palu Pilih Jadi Penghubung, Bukan Sekadar 'Menitipkan' Anak ke Sekolah

Ade Safitri • Senin, 2 Februari 2026 | 16:53 WIB
Kegiatan diskusi dan pendampingan di SMA Otak Kanan Palu yang melibatkan sekolah dan orang tua dalam mendampingi siswa.
Kegiatan diskusi dan pendampingan di SMA Otak Kanan Palu yang melibatkan sekolah dan orang tua dalam mendampingi siswa.

RADAR PALU - Sekolah kerap diposisikan sebagai tempat terakhir saat anak dianggap bermasalah. Namun tidak semua sekolah sepakat dengan cara pandang itu.

Di Palu, SMA Otak Kanan justru memilih berdiri di tengah, menjadi penghubung antara anak dan orang tua agar persoalan kedisiplinan tidak berhenti pada hukuman semata.

 

 

 

Kepala SMA Otak Kanan Palu, Kartika, mengatakan sekolah sejak awal tidak ingin diperlakukan sebagai tempat “menitipkan” anak untuk diperbaiki. 

Menurutnya, ketika muncul persoalan perilaku siswa, sekolah lebih mengedepankan dialog bersama orang tua, bukan pendekatan reaktif.

“Kalau ada laporan masalah, kami tidak ingin orang tua langsung menghantam atau memukul anaknya,” kata Kartika, Rabu (28/1/2026).

Ia menekankan pentingnya kesamaan visi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak, baik secara akademik maupun sikap.

Dalam diskusi bersama tim kedisiplinan, sekolah kerap mengingatkan orang tua tentang konsep “tangki cinta”, yakni kebutuhan anak akan perhatian dan kasih sayang. 

Kartika menjelaskan, perilaku agresif seperti berkelahi sering kali berangkat dari relasi yang tidak sehat di rumah.

“Anak tidak mungkin nakal kalau tangki cintanya penuh. Kalau di rumah keras, di luar juga keras. Akhirnya anaknya yang terbengkalai,” ujarnya.

Selain membangun komunikasi dengan orang tua, sekolah juga menyediakan sesi coaching dan konseling rutin bagi siswa dan guru.

Langkah ini dilakukan agar setiap masalah tidak menumpuk menjadi tekanan mental yang justru menghambat proses belajar.

“Tegas itu perlu, tapi tidak boleh kasar,” tutup Kartika.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Radar Palu #kesehatan mental siswa #peran orang tua dan sekolah #SMA Otak Kanan Palu #pendidikan karakter #tangki cinta anak