RADAR PALU - Pagi di MTs Muhammadiyah Al-Haq Palu dimulai dengan suasana yang tenang. Salat Duha berjamaah dan tadarus harian menjadi rutinitas sebelum pelajaran dimulai.
Di madrasah ini, baca tulis Al-Qur’an dan tahfiz bukan sekadar program tambahan, tetapi bagian dari keseharian siswa.
MTs Muhammadiyah Al-Haq Palu terus memperkuat pendidikan berbasis agama seiring target akademik. Program baca tulis Al-Qur’an dan tahfiz dijadikan agenda wajib bagi seluruh siswa.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan dan Humas, Anton Tuloiyo, mengatakan sekolah memberi perhatian khusus bagi siswa yang belum lancar mengaji.
“Yang belum bisa membaca Al-Qur’an kami latih secara khusus. Ada yang mulai dari Iqra satu,” ujarnya.
Sementara bagi siswa yang sudah lancar, sekolah menetapkan target hafalan yang lebih tinggi. Tahun ini, MTs Muhammadiyah Al-Haq menargetkan hafalan hingga 3 juz dengan jumlah peserta sekitar 80 sampai 100 siswa.
Target tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu, yang mencapai hafalan 2 juz dengan sekitar 60 siswa yang berhasil memenuhi target.
Setiap hari, aktivitas siswa dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan salat Duha berjamaah, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an sebelum masuk ke kegiatan belajar mengajar.
Anton menyebut, salah satu momen yang paling dinantikan adalah wisuda tahfiz yang dirangkaikan dengan penamatan siswa.
“Itu momen kebahagiaan antara anak dan orang tua. Tahun ini kami targetkan lebih banyak dari tahun kemarin,” katanya.
Menariknya, wisuda tahfiz digelar di lingkungan sekolah. Langkah ini diambil untuk efisiensi biaya, mengingat sebagian siswa berasal dari panti asuhan.
Menjelang tahun ajaran baru, pendaftaran resmi memang belum dibuka. Namun, minat calon siswa sudah mulai terlihat.
“Sudah ada sekitar 10 calon siswa yang mendaftar lebih awal,” ujar Anton.
Ia menegaskan, tujuan pendidikan di madrasah tidak hanya menyiapkan siswa unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual.
“Bukan hanya intelektual, tapi juga agama yang kokoh. Madrasah itu kan semi-pesantren,” pungkasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin