Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

OSIS Jadi Motor Sekolah! SMAN 3 Palu Cetak Siswa Berani, dari Aksi Sosial hingga Temui Gubernur

Ade Safitri • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:36 WIB
SMAN 3 Palu membangun kedekatan emosional antara sekolah dan siswa.
SMAN 3 Palu membangun kedekatan emosional antara sekolah dan siswa.

RADAR PALU— Peran organisasi siswa intra sekolah (OSIS) di SMAN 3 Palu atau SMANTI melampaui fungsi seremonial. Di sekolah ini, OSIS justru menjadi jantung penggerak kegiatan, ruang belajar kepemimpinan, sekaligus wahana pembentukan karakter siswa.

Salah satu terobosan terbaru adalah program “Smanti Berbagi”, sebuah gerakan sosial yang telah berjalan selama empat bulan terakhir. Program ini mewajibkan seluruh warga sekolah bersedekah setiap Jumat pada minggu kedua setiap bulan. Uniknya, seluruh rangkaian kegiatan—mulai dari pengumpulan donasi, pengemasan bantuan, hingga penyaluran ke panti asuhan atau korban bencana—dikelola sepenuhnya oleh siswa. 

 

 

 

Kepala SMAN 3 Palu, Idris Ade, menegaskan bahwa filosofi pendidikan di sekolahnya bertumpu pada kepercayaan terhadap siswa sebagai subjek utama pembelajaran, bukan sekadar objek aturan.

“Kekuatan kami bukan hanya ada di guru. Justru semuanya berada di anak-anak. Hampir seluruh kegiatan OSIS dijalankan mandiri, guru hanya mengawasi,” ujar Idris, Rabu (21/1/2026). 

Menurutnya, pendekatan tersebut membangun kedekatan emosional antara sekolah dan siswa. Dampaknya, lahir generasi pelajar yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki mental tangguh dan keberanian menyampaikan gagasan.

Keberanian itu bukan sekadar jargon. Pengurus OSIS SMAN 3 Palu bahkan dikenal berani berdialog langsung dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafidz, demi memperjuangkan program sekolah. Sudah dua kali OSIS SMANTI mendatangi kantor Gubernur untuk meminta restu pelaksanaan acara prom night atau perpisahan kelas XII.

“Anak-anak OSIS kami tidak berada dalam tekanan. Saya justru kasih tantangan, berani ketemu Gubernur? Mereka jawab berani. Semangat memperjuangkan keinginannya itu tinggi sekali,” tutur Idris dengan nada bangga.

Model pembinaan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga tentang membangun keberanian, empati sosial, dan kemampuan komunikasi publik sejak dini. SMAN 3 Palu menempatkan siswa sebagai aktor utama perubahan, bukan sekadar penerima kebijakan.

Di tengah tantangan dunia pendidikan modern, SMANTI Palu menghadirkan contoh bahwa kepercayaan yang diberikan kepada siswa dapat berbuah pada kepemimpinan yang matang, aksi sosial nyata, dan karakter yang siap menghadapi dunia luar.***

Editor : Muhammad Awaludin
#SMAN 3 Palu #sekolah inspiratif Sulteng #Smanti Berbagi #Radar Palu #pendidikan karakter Palu #OSIS SMANTI