RADAR PALU— Prestasi sekolah tak selalu diukur dari nilai rapor semata. SMP Labschool Universitas Tadulako (Untad) Palu membuktikan bahwa jalur non-akademik justru menjadi ruang emas bagi siswa untuk tumbuh, berprestasi, bahkan menembus level nasional.
Sepanjang tahun 2025, sekolah ini mencatat dominasi prestasi di bidang non-akademik. Lemari piala SMP Labschool Untad Palu dipenuhi deretan trofi dari cabang olahraga basket hingga lomba storytelling. Tak berhenti di tingkat lokal dan regional, sejumlah alumninya kini telah mengharumkan nama Sulawesi Tengah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mariana, menegaskan bahwa filosofi utama sekolah adalah memberi kebebasan kepada siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing, tanpa tekanan berlebihan pada satu jalur prestasi saja.
“Semoga anak-anak ini ke depan bisa menjadi dirinya sendiri. Berprestasi memang di bidangnya, bukan dipaksakan. Banyak anak sebenarnya unggul di non-akademik, tapi sering kali tertekan karena tuntutan akademik,” ujar Mariana, Jumat (23/1/2026), pekan lalu.
Pendekatan tersebut menjadi pembeda SMP Labschool Untad Palu. Sekolah secara sadar membangun ekosistem yang menghargai bakat dan minat siswa, baik di bidang olahraga, seni, maupun literasi. Hasilnya, siswa tampil lebih percaya diri dan konsisten menorehkan prestasi.
Tak hanya memberikan ruang, sekolah juga menunjukkan dukungan penuh secara konkret. Mulai dari penyediaan pelatih profesional, pembiayaan pendaftaran lomba, transportasi, hingga konsumsi saat bertanding seluruhnya ditanggung oleh sekolah.
“Kalau mereka dapat hadiah uang, itu sepenuhnya milik anak. Tidak ada potongan apa pun,” tegas Mariana.
Selain piala dan piagam yang menjadi hak siswa, pihak sekolah juga memberikan apresiasi tambahan berupa uang tunai bagi setiap siswa yang meraih juara. Menurut Mariana, langkah ini terbukti ampuh menumbuhkan motivasi dan semangat kompetisi yang sehat di kalangan pelajar.
Prestasi yang diraih pun berdampak jangka panjang. Sejumlah alumni SMP Labschool Untad Palu kini bertransformasi menjadi atlet berprestasi yang mampu bersaing di level nasional, termasuk di PON. Hal ini menjadi bukti bahwa investasi pada bakat non-akademik dapat menghasilkan prestasi berkelanjutan.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang kerap berorientasi pada angka dan peringkat, SMP Labschool Untad Palu menawarkan perspektif berbeda: setiap anak punya panggungnya sendiri untuk bersinar.***
Editor : Muhammad Awaludin