RADAR PALU – Memulai dari nol bukan pilihan mudah, apalagi bagi sekolah yang pernah menyandang status prestisius. Namun justru dari keputusan itulah SMA Negeri 3 Palu menapaki babak baru sebagai sekolah berprestasi di tingkat nasional.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Idris Ade, SMAN 3 Palu memilih tidak sekadar melanjutkan status Adiwiyata Mandiri yang pernah diraih satu dekade silam. Idris memilih jalan lebih berat: membangun ulang dari awal, dengan semangat perintis.
Keputusan itu berbuah manis. Pada 24 Desember 2025, SMAN 3 Palu kembali meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Saya bangga karena tidak melanjutkan warisan itu. Saya memulai kembali. Memulai kembali sebagai perintis, bukan pewaris. Kalau perintis, semangat dan keringatnya lebih kelihatan,” ujar Idris saat ditemui di sekolah, Rabu (21/1/2026).
Pendekatan kepemimpinan tersebut bukan hanya membangkitkan kembali budaya lingkungan di sekolah, tetapi juga memantik semangat berprestasi di berbagai bidang. Sepanjang 2025, prestasi demi prestasi diraih siswa SMAN 3 Palu, dari tingkat provinsi hingga nasional.
Piala seolah rutin menghiasi lemari sekolah setiap pekan. Mulai dari juara satu lomba menyanyi solo tingkat provinsi, prestasi nasional di bidang olahraga, duta model, hingga juara Empat Pilar yang digelar DPR-MPR RI.
“2025 itu tahun terbaik SMA 3 selama saya di sini. Yang spesial, hampir setiap minggu ada piala,” kata Idris sambil tersenyum bangga.
Transformasi SMAN 3 Palu menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berani mengambil risiko justru mampu membangun kultur kerja dan prestasi yang lebih kuat. Sekolah tak hanya dikenal karena label lingkungan, tetapi juga karena konsistensi melahirkan siswa berprestasi.
Bagi Idris, capaian ini bukan garis akhir. Ia menilai perjalanan SMAN 3 Palu sebagai sekolah berprestasi nasional masih panjang, dan fondasinya telah diletakkan melalui keberanian memulai dari awal.***
Editor : Muhammad Awaludin